iPhone Air 2 Bocor, Bawa Chip 2nm dan Kamera Ultrawide 48 MP
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Stres bisa datang kepada siapa saja. Alhasil, stres memengaruhi kesehatan orang yang mengalaminya. Di sisi lain, stres ternyata bisa menular dan menyebar kemana-mana, termasuk pasangan kita.
Berikut penjelasan terkait stres yang bisa menular ke pasangan, seperti dilansir dari Halodoc, Rabu (12/1/2022) :
Stres dalam hubungan dapat mengubah sistem kekebalan, endokrin, dan kardiovaskuler. Sebuah penelitian terhadap pengantin baru menemukan tingkat hormon stres lebih tinggi ketika pasangan bermusuhan selama konflik, yaitu, ketika mereka kritis, sarkastik, berbicara dengan nada yang tidak menyenangkan dan menggunakan ekspresi wajah yang menjengkelkan, seperti kedipan mata.
Demikian juga, dalam penelitian lain, orang-orang dalam hubungan yang tidak bersahabat memiliki penyembuhan luka yang lebih lambat, peradangan yang lebih tinggi, tekanan darah yang lebih tinggi, dan perubahan detak jantung yang lebih besar selama konflik.
Kortisol adalah hormon yang memainkan peran kunci dalam respons stres tubuh. Kortisol memiliki ritme diurnal, sehingga kadarnya biasanya tertinggi segera setelah bangun tidur kemudian secara bertahap menurun di siang hari. Namun, stres kronis dapat menyebabkan pola kortisol yang tidak sehat, seperti kadar kortisol yang rendah saat bangun tidur atau kortisol tidak berkurang banyak di penghujung hari. Pola-pola ini dikaitkan dengan peningkatan perkembangan penyakit dan risiko kematian.
Konflik ini bisa mengubah tingkat kortisol pasangan pada hari mereka berkonflik. Selain itu, orang dengan pasangan stres yang menggunakan perilaku negatif selama konflik memiliki tingkat kortisol yang lebih tinggi bahkan empat jam setelah konflik berakhir. Temuan ini menunjukkan bahwa berdebat dengan pasangan yang sudah stres dapat memiliki efek kesehatan biologis yang lebih parah bagi diri sendiri.
Beri tahu pasangan bahwa kamu memahami perasaan mereka. Bicarakan tentang hal-hal besar dan kecil sebelum mereka semakin stres. Terkadang pasangan menyembunyikan masalah untuk melindungi satu sama lain, tetapi ini sebenarnya dapat memperburuk keadaan. Bagikan perasaan kamu, dan ketika pasangan membalasnya, jangan menyela. Ingat, merasa diperhatikan dan dipahami oleh pasangan baik untuk kesejahteraan emosional dan meningkatkan pola kortisol yang lebih sehat. Jadi, berada di sana untuk satu sama lain dan mendengarkan satu sama lain dapat memiliki efek kesehatan yang baik.
Saling berpelukan, bergandengan tangan, dan bersikap baik bisa menurunkan kortisol dan bisa membuat kamu dan pasangan merasa lebih bahagia.
Cari solusi, jadilah penyemangat untuk satu sama lain dan rayakan kemenangan bersama. Pasangan yang kompak dalam mengatasi stres akan merasa lebih sehat dan lebih puas dengan hubungan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Komdigi akan memanggil YouTube setelah menemukan konten promosi vape yang melibatkan anak di bawah umur dan diduga melanggar aturan
PSS Sleman menggelar Launching Team, Jersey Reveal, dan laga uji coba melawan Kendal Tornado FC di Stadion Maguwoharjo pada 8 Agustus 2026
Pemerintah mengintegrasikan MBG dengan Koperasi Desa Merah Putih untuk ketahanan pangan. Pengamat menilai tata kelola dan keamanan pangan masih menjadi tantanga
Polres Karanganyar menghentikan penyelidikan dugaan MinyaKita berbau solar setelah uji laboratorium memastikan tidak ada kandungan solar maupun minyak tanah.
Gempa magnitudo 5,3 mengguncang Ismailia, Mesir. Belum ada laporan korban, sementara pemerintah mengaktifkan tanggap darurat dan rumah sakit bersiaga.