Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Jika Anda berencana untuk naik gunung bersama teman atau keluarga, penting untuk membawa segala kebutuhan mendaki agar perjalanan tetap nyaman dan aman. Daftar perlengkapan mendaki juga dibutuhkan untuk mengedepankan landasan yang kokoh dalam berbagai cuaca dan kondisi.
Tergantung pada panjang jalur yang Anda pilih, Anda akan membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit peralatan hiking, tetapi pada akhirnya, Anda harus mempersiapkannya terlebih dahulu.
Berikut sepuluh barang penting yang wajib dibawa saat mendaki yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dilansir dari Trespass:
Dalam perjalanan mendaki, tidak mungkin Anda membawa koper walaupun memuat banyak karena akan menyusahkan untuk dibawa menanjak. Jadi bawalah ransel berukuran normal atau besar tergantung pada berapa banyak barang yang ingin Anda bawa.
Jelas pakaian harus dibawa sesuai dengan cuaca pada hari itu, namun akan lebih baik jika membawa beberapa untuk berjaga-jaga. Selalu bijaksana untuk membawa jaket tahan air untuk menghalau dinginnya perjalanan saat suhu turun atau angin kencang. Bisa diperlengkap dengan topi, sarung tangan, penghangat leher, dan kacamata hitam.
Tidak ada yang ingin terjebak di jalur pendakian tanpa baterai dan tanpa petunjuk, jadi hindari bencana dengan bijak dan bawa pengisi daya telepon portabel sehingga Anda tidak hilang sepenuhnya dari jaringan, berjaga-jaga jika Anda memerlukan bantuan.
Bahkan pada hari yang tidak cerah pun, Anda akan terbakar sinar matahari jika menghabiskan banyak waktu di luar ruangan. Kemungkinan ini meningkat terlebih jika berada di ketinggian, sehingga siapa pun yang mendaki harus menggunakan SPF di wajah serta badan.
Beberapa pendaki pertama kali dan orang-orang dengan cedera (biasanya cedera lutut) sering menggunakan tongkat trekking untuk membantu mereka berjalan. Mendaki bisa sedikit menakutkan saat Anda datang ke medan baru serta sulit karena harus menjaga keseimbangan dan cengkeraman saat perjalanan mulai goyah.
Selimut favorit Anda dari rumah mungkin terlalu besar untuk dibawa. Maka dari itu bawa lah selimut darurat yaitu selimut foil yang sangat ringan dan kecil untuk dibawa. Terlebih saat cuaca dingin, maka Anda sangat membutuhkan selimut.
Air selalu menjadi barang penting untuk dibawa karena Anda pasti tidak ingin dehidrasi sepanjang hari. Usahakan untuk membawa setidaknya 2 liter botol air, tergantung berapa lama Anda akan mendaki.
Tidak mungkin jika Anda membawa air tanpa makanan. Anda harus mengonsumsi makanan untuk pengisi energi terutama yang mengandung karbohidrat. Untuk berjaga-jaga, selalu persiapkan lebih dari yang Anda butuhkan. Ini juga termasuk makanan ringan yang mudah dibawa-bawa dan rendah kalori.
Tanpa disadari lakban adalah alat paling serbaguna yang harus dibawa mendaki. Mengapa? Lakban bisa digunakan untuk menambal tenda, tas, jaket, sepatu dan masih banyak lagi. Bahkan beberapa pendaki juga membungkus lakban di sekitar botol air mereka untuk mengurangi beratnya.
Pastikan untuk mendaki secara sehat dan bersih alias tidak meninggalkan sampah sedikitpun. Bersikap dewasa dan bawa kembali sampah-sampah Anda dengan cara memasukkannya ke kantong sampah besar untuk di buang nanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.