Cara Daftar Program Magang Nasional 2026, Gaji hingga Rp6 Juta
Program Magang Nasional 2026 dibuka dengan kuota 150.000 peserta. Simak cara daftar, jadwal seleksi, syarat, dan besaran gajinya.
Ilustasi - Seorang anak makan buah dan sayur./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebagian orang tua mengeluhkan anaknya sulit untuk makan. Jika Anda juga khawatir tentang nutrisi anak Anda dan kebiasaan makan yang rewel, maka penelitian terbaru ini akan membantu Anda memahami masalah ini dan memperbaiki kebiasaan pilih-pilih makanan mereka dengan mudah.
Sebuah studi baru dari USC, University of South Australia, dan University of Queensland menunjukkan apa yang mempengaruhi anak rewel saat makan.
Temuan penelitian ini dipublikasikan dalam \'Jurnal Internasional Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat\'.
Meninjau 80 studi industri kesehatan, penelitian ini menemukan bahwa berbagai faktor berkontribusi pada kemungkinan anak menjadi rewel soal makanan.
Baca juga: Bisa Turunkan Gula Darah, Ini Manfaat Minum Anggur Merah untuk Kesehatan
Studi ini menemukan bahwa memaksa seorang anak untuk makan, menawarkan hadiah untuk makan, pengasuhan yang sangat ketat, semuanya berdampak negatif.
Sebaliknya, gaya pengasuhan yang lebih santai, makan bersama sebagai keluarga, dan melibatkan anak dalam menyiapkan makanan, semuanya mengurangi kemungkinan rewel makan.
Peneliti utama dan mahasiswa USC PhD Laine Chilman mengatakan penelitian ini berharap dapat membantu orang tua untuk lebih memahami makan rewel pada anak-anak.
Menurut Survei Nutrisi dan Aktivitas Fisik Australia, kebanyakan anak tidak memenuhi pedoman diet dan nutrisi yang direkomendasikan.
Baca juga: Kenali 5 Gejala Paru-Paru Anda Bermasalah
Peneliti UniSA Dr Ann Kennedy-Behr mengatakan stres dapat menyebabkan rewel makan.
"Ketika Anda memiliki anak yang pilih-pilih makanan, itu sangat menegangkan bagi orang tua atau wali - mereka selamanya mempertanyakan apakah anak mereka mendapatkan nutrisi yang cukup, makanan yang cukup, dan kenaikan berat badan yang cukup," kata Dr Kennedy-Behr.
"Namun penting untuk dipahami bahwa terlalu cemas atau khawatir sebenarnya dapat berkontribusi pada peningkatan pilih-pilih makanan," tambah Dr Kennedy-Behr.
Menghindari pertengkaran dan membatasi hal negatif apa pun di sekitar waktu makan akan bermanfaat bagi semua orang. Mengasuh secara positif, tidak peduli betapa sulitnya dalam situasi tertentu, adalah langkah maju terbaik untuk pemakan yang rewel," jelas Dr Kennedy-Behr.
1. Berikan contoh yang baik: keluarga yang makan bersama memiliki kebiasaan makan yang lebih baik
2. Jadwalkan waktu makan yang teratur: waktu makan yang teratur mengurangi tingkat stres.
3. Libatkan anak-anak dengan persiapan makanan: keakraban dan rasa kontrol dapat membantu
4. Cobalah untuk memiliki satu waktu makan: tempat duduk anak-anak yang terpisah mendorong makan yang rewel
5. Matikan TV: fokus pada makanan, bukan pada layar
6. Cobalah untuk menjaga waktu makan tetap tenang dan bebas stres: akan menjadi pengalaman yang lebih baik untuk semua.
7. Hapus hadiah atau suap atau hukuman untuk pemakan yang cerewet.
Masukan dari ANI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Program Magang Nasional 2026 dibuka dengan kuota 150.000 peserta. Simak cara daftar, jadwal seleksi, syarat, dan besaran gajinya.
Tiga proyek strategis Pemkab Gunungkidul memasuki tahap penandatanganan kontrak, termasuk pembangunan Kantor Dinas Kesehatan dan Aviary Dome.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Menperin melepas 2.369 lulusan SMK Kemenperin. Sebanyak 63,7 persen telah bekerja di berbagai perusahaan manufaktur nasional.
Hasil AFF Women's Cup 2026, Timnas Putri Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Kamboja pada laga terakhir Grup B di Malaysia.
Kemensos melalui Sentra Handayani berkomitmen mempercepat penyaluran bansos dengan memangkas durasi verifikasi dan birokrasi layanan.