Lima Aksi Gerindra Sleman di Tlogo Putri, dari Tanam Pohon hingga Bagi Sembako
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Ketua Panitia TINI V Hendargo Agung Pribadi (kiri), Ketua Pengurus Pusat IKORGI Wignyo Hadriyanto (tengah) danPanitia Event TINI VPrisca Bernadeti saat gelar jumpa pers, Senin (20/9/2021). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak.
Harianjogja.com, SLEMAN- Pembusukan atau karies gigi dan penyakit jaringan pulpa masih menjadi penyakit gigi dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Bahkan sekitar 60-90% lebih kasus karies gigi terjadi pada anak-anak. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian semua pihak.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Konservasi Gigi Indonesia (IKORGI) Wignyo Hadriyanto mengatakan tingginya prevalensi karies dan pulpa di Indonesia salah satunya disebabkan hampir 99% masyarakat mengonsumsi karbohidrat. Mereka tidak menyadari karbohidrat tersebut menjadi penyebab munculnya karies.
BACA JUGA : Ini 6 Kebiasaan yang Membuat Gigi dan Gusi Rusak
"Sampai saat ini sekitar 60 persen anak di Indonesia menderita karies. Kalau gigi tidak dipertahankan dengan jalan konservasi, tentu karies akan berkembang menjadi pupla yang terkadang menimbulkan rasa sakit pada gigi," katanya saat gelar jumpa pers terkait kegiatan Kongres Nasional IKORGI XII dan Temu Ilmiah Nasional IKORGI (TINI) V di Yogyakarta, Senin (20/9).
Apalagi saat kondisi pandemi Covid-19, kata Wignyo, pasien takut untuk mendatangi dokter gigi. Padahal secara nasional, kasus penyakit pupla ini merupakan kasus rawat inap terbesar di Indonesia.
"Dan sampai saat ini belum teratasi. Karena biasanya orang datang ke dokter gigi sudah dalam keadaan sakit. Yang tidak sabar memilih cara mencabut gigi. Padahal cara seperti itu bisa menyebabkan masalah dikemudian hari," ujarnya.
Upaya pemerintah, lanjut Wignyo, melalui departemen konservasi gigi di tujuh perguruan tinggi mendorong supaya dokter gigi berinovasi untuk mengatasi masalah tersebut. Dokter gigi bidang konservasi juga didorong mengikuti Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran Gigi (Iptekdogi) untuk mengejar ketertinggalan.
Penyelenggaraan event temu ilmiah ini, katanya, bertujuan untuk meningkatkan dan menambah wawasan ilmu pengetahuan dan ketrampilan bagi semua anggota IKORGI.
"Kegiatan ini juga sangat bermanfaat dalam ajang publikasi hasil penelitian maupun standar pelayanan kesehatan di bidang konservasi gigi, baik teknologi restorasi maupun endodontik,” ujar Wignyo.
Ketua Panitia TINI V Hendargo Agung Pribadi menjelaskan kegiatan TINI V sedianya digelar secara offline pada Desember 2020 namun dikarenakan pandemi Covid-19 baru dapat digelar pada September ini.
BACA JUGA : Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Bantu Cegah Penularan
"Ini salah satu event terbesar Ikorgi yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali dengan berbagai rangkaian event seperti seminar, pengabdian masyarakat, hands on, kegiatan ketrampilan, kongres dan kolegium konservasi gigi," katanya.
Dia mengatakan, pandemi global Covid-19 yang melanda di Indonesia sangat berdampak pada semua bidang, termasuk di dunia Kedokteran Gigi. Berbagai hambatan akibat pandemi global Covid-19 dapat dilihat mulai dari kegiatan pendidikan, penelitian, hingga pelayanan kepada masyarakat. "Namun pandemi ini tidak menyulutkan semangat kami untuk tetap mengembangkan diri dalam keilmuan konservasi gigi terkini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 20 Oktober 2026 di Polsek Cangkringan, lengkap dengan lokasi layanan, jam operasional, dan persyaratan.
Tujuh terdakwa kasus Little Aresha meminta dibebaskan. Tim penasihat hukum menilai para pengasuh menjalankan SOP yang ditetapkan manajemen daycare.
BMKG memperingatkan dampak tidak langsung Siklon Tropis Champi di Indonesia timur, termasuk potensi gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter.
Danantara mendukung reformasi pasar modal Indonesia bersama OJK dan BEI setelah MSCI menyoroti transparansi dan tata kelola saham.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo relasi Palur-Yogyakarta Selasa, 20 Oktober 2026, lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.