Rumah Terbakar di Suruh Semarang, Satu Orang Tewas
Kebakaran menghanguskan rumah di Suruh, Kabupaten Semarang. Seorang penghuni meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah.
Ilustrasi pria stres setelah istri melahirkan./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Stres akut bisa membawa dampak buruk pada sistem kekebalan tubuh, bahkan bisa mengarah ke kondisi yang dikenal dengan sebutan atrofi timus akut.
Melansir dari News Medical, Rabu (1/9/2021) timus adalah organ limfoid berfungsi sebagai tempat hidup sel fagosistik dan limfosit untuk melawan penyakit seperti bakteri patogen, tumor, antigen, dan lainnya.
Ini sering disebut dengan sistem kekebalan tubuh bawaan. Sistem kekebalan tubuh bawaan adalah garis pertahanan tubuh yang pertama melawan pertumbuhan dan perkembangan patogen setelah adanya infeksi, yang dicapai melalui makrofag, neutrofil, sel dendritik, dan granulosit.
Jenis ini dikenal sebagai imunitas adaptif, yang dicapai melalui kerja limfosit T dan limfosit B (sel T dan sel B). Kedua sel ini berasal dari sumsum tulang untuk memproses antigen sedemikian rupa sehingga menimbulkan interaksi dengan sel-sel imun.
Imunitas adaptif merupakan respon imun spesifik yang sangat terspesialisasi untuk menciptakan memori imunologis yang tahan lama, serta mulai bekerja apabila invasi virus tidak dapat diatasi dengan sistem imunitas bawaan.
Melalui thymopoiesis, timus akan menggunakan beberapa proses berbeda untuk memastikan bahwa sel T mampu mengenali antigen yang sebenarnya, daripada menginduksi reaktivitas auto-imun. Contohnya, timus melakukan proses seleksi negatif yang menghilangkan sel T, yang berpotensi self-reactive dan melepaskan sel T yang dapat mengenali antigen ke perifer.
Atrofi Timus yang Diinduksi Stres
Berbagai kondisi fisiologis dapat menyebabkan stres pada tubuh seperti malnutrisi, tekanan emosional, kehamilan, atau kondisi seperti infeksi, penyakit, perawatan kanker, atau rejimen yang digunakan untuk mempersiapkan pasien melakukan transplantasi sumsum tulang.
Namun apapun penyebabnya, stres mengganggu keseimbangan homeostatik pada sistem kekebalan tubuh dan akhirnya menyebabkan kondisi yang dikenal dengan involusi timus akut.
Beberapa ciri dari respons akibat stres ini termasuk pengurangan timosit positif ganda (DP), dan penurunan keluaran sel T naik ke perifer, yang keduanya secara signifikan dapat mengurangi ukuran kelenjar timus.
Penyebab Infeksi Atrofi Timus
Pada umumnya, penyebab dari infeksi atrofi timus ini adalah infeksi virus, bakteri, dan jamur. Namun pada beberapa kasus terkhusus human immunodeficiency virus (HIV), dapat mengakibatkan infeksi hingga mengubah fungsi normal dari timus sebagai akibat hilangnya perkembangan timosit dan sel stroma timus. Selain HIV/AIDS, infeksi bakteri pasca operasi juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.
Beberapa penelitian menemukan bahwa pasien yang telah menjalani perawatan kanker atau sebelum melakukan transplantasi sumsum tulang menunjukkan penurunan fungsi timus secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Kebakaran menghanguskan rumah di Suruh, Kabupaten Semarang. Seorang penghuni meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah.
Film Indonesia Solata tayang di Festival Film Anak dan Remaja Yordania. Film Ichwan Persada sebelumnya meraih penghargaan di Bulgaria.
BNPB mencatat 70 orang meninggal, 1.182 luka-luka, dan 40.040 mengungsi akibat gempa M7,7 di Flores, NTT.
Guru PPPK penuh waktu berkesempatan ikut seleksi PNS pada awal 2027. Pemerintah dan DPR juga sepakat mengubah status menjadi pegawai pusat.
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Rusia memanggil Dubes Jepang Akira Muto setelah Putin mengunjungi Etorofu. Sengketa Kepulauan Kuril kembali memanas.