Nama AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Siapa Saja?
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Ilustrasi pria stres setelah istri melahirkan./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Stres akut bisa membawa dampak buruk pada sistem kekebalan tubuh, bahkan bisa mengarah ke kondisi yang dikenal dengan sebutan atrofi timus akut.
Melansir dari News Medical, Rabu (1/9/2021) timus adalah organ limfoid berfungsi sebagai tempat hidup sel fagosistik dan limfosit untuk melawan penyakit seperti bakteri patogen, tumor, antigen, dan lainnya.
Ini sering disebut dengan sistem kekebalan tubuh bawaan. Sistem kekebalan tubuh bawaan adalah garis pertahanan tubuh yang pertama melawan pertumbuhan dan perkembangan patogen setelah adanya infeksi, yang dicapai melalui makrofag, neutrofil, sel dendritik, dan granulosit.
Jenis ini dikenal sebagai imunitas adaptif, yang dicapai melalui kerja limfosit T dan limfosit B (sel T dan sel B). Kedua sel ini berasal dari sumsum tulang untuk memproses antigen sedemikian rupa sehingga menimbulkan interaksi dengan sel-sel imun.
Imunitas adaptif merupakan respon imun spesifik yang sangat terspesialisasi untuk menciptakan memori imunologis yang tahan lama, serta mulai bekerja apabila invasi virus tidak dapat diatasi dengan sistem imunitas bawaan.
Melalui thymopoiesis, timus akan menggunakan beberapa proses berbeda untuk memastikan bahwa sel T mampu mengenali antigen yang sebenarnya, daripada menginduksi reaktivitas auto-imun. Contohnya, timus melakukan proses seleksi negatif yang menghilangkan sel T, yang berpotensi self-reactive dan melepaskan sel T yang dapat mengenali antigen ke perifer.
Atrofi Timus yang Diinduksi Stres
Berbagai kondisi fisiologis dapat menyebabkan stres pada tubuh seperti malnutrisi, tekanan emosional, kehamilan, atau kondisi seperti infeksi, penyakit, perawatan kanker, atau rejimen yang digunakan untuk mempersiapkan pasien melakukan transplantasi sumsum tulang.
Namun apapun penyebabnya, stres mengganggu keseimbangan homeostatik pada sistem kekebalan tubuh dan akhirnya menyebabkan kondisi yang dikenal dengan involusi timus akut.
Beberapa ciri dari respons akibat stres ini termasuk pengurangan timosit positif ganda (DP), dan penurunan keluaran sel T naik ke perifer, yang keduanya secara signifikan dapat mengurangi ukuran kelenjar timus.
Penyebab Infeksi Atrofi Timus
Pada umumnya, penyebab dari infeksi atrofi timus ini adalah infeksi virus, bakteri, dan jamur. Namun pada beberapa kasus terkhusus human immunodeficiency virus (HIV), dapat mengakibatkan infeksi hingga mengubah fungsi normal dari timus sebagai akibat hilangnya perkembangan timosit dan sel stroma timus. Selain HIV/AIDS, infeksi bakteri pasca operasi juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.
Beberapa penelitian menemukan bahwa pasien yang telah menjalani perawatan kanker atau sebelum melakukan transplantasi sumsum tulang menunjukkan penurunan fungsi timus secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Pieter Huistra mengevaluasi kekalahan PSS Sleman dari Bali United pada laga perdana Super League 2026/2027. Super Elja kini fokus berbenah jelang menghadapi Mad
Advokat Shri Hardjuno Wiwoho meminta standar pembuktian RUU Perampasan Aset diperjelas agar tak membebani masyarakat dan tetap menjamin kontrol pengadilan.
Pelajari fitur kamera tersembunyi di Samsung Galaxy, iPhone, dan Google Pixel agar hasil foto lebih tajam, profesional, dan maksimal tanpa perlu kamera mahal.
DPRD DIY mendorong pembentukan sekolah pra-keluarga untuk membekali calon pasangan dengan pengetahuan pengasuhan, kesehatan mental, dan kehidupan rumah tangga.
Spider-Man: Brand New Day bertahan enam pekan di puncak box office AS dan mendekati rekor domestik Star Wars: The Force Awakens.