Sandiaga: Desa Wisata Bakal Jadi Winner
Kunjungan di Desa-desa Wisata naik sebesar 30 persen pada masa pandemi di saat sektor pariwisata lainnya mengalami kontraksi.
Desain interior jendela/dokumentasi
Harianjogja.com, JAKARTA -- Semakin terbatasnya ketersediaan lahan dan semakin mahalnya harga properti membuat rumah mungil semakin populer. Generasi millenial saat ini cenderung lebih memilih hunian yang minimalis dengan desain yang simple, elegan dan berkelas.
Inilah yang membuat hunian dengan ukuran kecil cukup diminati oleh generasi yang lahir di antara tahun 1981 hingga 1997 ini.
Rama Budhisurya, Direktur Desain Interior HighStreet Studio mengatakan agar hunian yang mungil tersebut nyaman untuk ditempati maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mulai dari pemilihan dan penataan furniture, hingga pemilihan warna.
Dari sisi furniture, Rama menganjurkan sang penghuni untuk memilih furniture yang smart dan multifungsi sehingga di dalam satu ruangan dapat dioptimalkan fungsinya dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.
Baca juga: Rasa Gembira Efektif Mencegah Stroke, Ini Penjelasan Dokter Syaraf
“Artinya sekarang memang harus smart juga dari segi pembuatan furniturenya sehingga satu perabot bisa memiliki beberapa fungsi. Kita harus pastikan walau ruangannya kecil tetapi semua bisa ada di situ, termasuk tempat penyimpanan agar ruangan bisa tampak lebih rapi,” terangnya.
Selain itu, penggunaan cermin juga sangat dibutuhkan untuk memberi efek yang lebih luas pada rumah atau apartemen yang ditempati. Termasuk dalam hal pemilihan warna. Menurutnya, warna yang cenderung lebih muda dan cerah dengan warna-warna netral akan membuat ruangan terasa lebih lapang dan nyaman.
“Bisa juga memberikan warna yang lebih terang dan berani untuk barang-barang yang bisa diganti seperti bantal, sofa atau lukisan sebagai aksen sehingga tidak bosan,” tuturnya.
Baca juga: Begini Cara Melihat Jumlah Like di Instagram
Adapun untuk biaya renovasi apartemen sangat relatif tergantung pada tipe kamar dan bahan atau material yang akan dipakai. Namun, secara rata-rata biaya renovasi kamar tipe studio sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per meter. Jika apartemen memiliki luas 30 meter persegi maka biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp100 juta sampai Rp150 juta.
Namun, biaya renovasi apartemen bisa lebih mahal dibandingkan dengan rumah tapak. Sebab, ada beberapa aturan yang harus diikuti terutama terkait waktu untuk proses renovasi. Jika di rumah pribadi bisa kapan saja, maka di apartemen hanya boleh pada hari kerja dan mulai dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore.
“Kalau di rumah mau sebesar atau sekecil apapun renovasi, karena tempat sendiri maka bisa kapan saja dan cenderung lebih hemat dibandingkan dengan apartemen,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kunjungan di Desa-desa Wisata naik sebesar 30 persen pada masa pandemi di saat sektor pariwisata lainnya mengalami kontraksi.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.
SpaceX meluncurkan 29 satelit Starlink baru sehingga total satelit aktif melampaui 10.400 unit untuk memperluas layanan internet global.
Ombudsman RI mendorong sistem terpadu antarkementerian untuk pengawasan TKA dan pencegahan TPPO agar pengawasan lebih efektif.
Tribute to Erros Djarot di Java Jazz Festival 2026 menghadirkan musisi lintas generasi yang membawakan karya-karya legendaris sang maestro.