Advertisement

Novel Terbaru JK Rowling Diangkat dari Dunia Nyata

Newswire
Jum'at, 18 September 2020 - 10:57 WIB
Sunartono
Novel Terbaru JK Rowling Diangkat dari Dunia Nyata Buku novel. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-- Penulis J.K. Rowling mengatakan salah satu karakter yang dia tulis di novel detektif barunya, lelaki pembunuh yang pada suatu kesempatan menyamar jadi perempuan untuk menculik korban, diangkat dari dua pembunuh di dunia nyata.

Di dalam perdebatan daring yang hangat, tagar pro dan anti Rowling jadi tren di Twitter setelah novelnya diterbitkan, Selasa, karena ulasan awal di surat kabar Telegraph mengatakan pesan moral dalam buku itu tampaknya "jangan percayai pria yang memakai gaun".

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Siswa SMAN 1 Jogja Terbitkan Buku Antologi Esai 

Para kritikus menuduh penulis "Harry Potter" mengungkapkan prasangka transfobia, sementara pendukung membela haknya untuk menulis fiksi tanpa harus diserang orang yang langsung menyimpulkan keyakinan Rowling atau mengecamnya.

Sudah lama Rowling dituduh transfobia, anggapan yang dia bantah, akibat sebagian cuitannya. Dalam sebuah esai Juni lalu, dia membela haknya untuk bicara mengenai isu gender dan trans tanpa takut dikecam dan membeberkan kekhawatiran mengenai dampak aktivisme trans terhadap hak perempuan.

Buku "Troubled Blood" yang memiliki 900 halaman adalah seri kelima dari novel detektif partikelir Cormoran Strike yang Rowling tulis dengan nama alias Robert Galbraith.

Dikutip dari Reuters, Rowling menulis di laman Galbraith bahwa karakter tersebut adalah "pembunuh serial sadis yang aktif pada 60-an dan 70-an, yang sedikit terinspirasi dari pembunuh betulan bernama Jerry Brudos dan Russell Williams - keduanya manipulator ulung yang menyimpan kenang-kenangan dari korban mereka."

BACA JUGA : Dunia Buku Anak Terus Berkembang

Brudos dan Williams mencuri pakaian korban mereka sebelum akhirnya mereka dipenjara, masing-masing di Amerika Serikat dan Kanada, atas beberapa pembunuhan.

Penerbit mengatakan sebanyak 100.000 eksemplar "Troubled Blood" dijual di pasar Inggris pada hari pertama, termasuk buku dalam bentuk fisik, e-book dan buku audio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

OJK Cabut Izin Bank Bagong

News
| Jum'at, 03 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Pemugaran Candi Perwara Prambanan Bakal Tambah Daya Tarik Wisatawan

Wisata
| Jum'at, 03 Februari 2023, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement