Advertisement

Restoran yang Buka di Tengah Pandemi Corona Diimbau Tak Setel Musik

Newswire
Senin, 20 Juli 2020 - 22:57 WIB
Nina Atmasari
Restoran yang Buka di Tengah Pandemi Corona Diimbau Tak Setel Musik Ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Aktivitas ekonomi masyarakat mulai menggeliat meski kasus Virus Corona masih terus meningkat. Pemilik restoran disarankan untuk memastikan ventilasi ruangan bisa berfungsi baik sebagai upaya pencegahan infeksi virus corona penyebab sakit Covid-19.

Apalagi saat ini virus corona jenis teranyar tersebut diduga dapat menular secara airborne atau melalui udara yang sangat mungkin terjadi pada ruangan tertutup.

Advertisement

Baca juga: Hamil Hanya 1 Jam Adalah Kasus Langka yang Disebut Cryptic Pregnancy, Ini Penjelasannya

"Airborne belum terbukti, tapi perlu kita waspadai adanya perputaran droplet berukuran sangat kecil ketika di ruangan tertutup," kata dr. Muhammad Fajri Adda'i dalam konferensi virtual BNPB, Minggu (19/7/2020).

Menurut Fajri, tempat makan yang menggunakan konsep ruangan terbuka atau outdoor lebih baik.

Selain itu, agar pengunjung tetap disiplin memakai masker saat tidak sedang makan, Fajri menyarankan sebaiknya restoran tidak memasang atau mensetel lagu.

Cara itu dinilainya bisa mencegah pengunjung berpotensi melepas masker saat akan berbicara agar suaranya tak tertahan. Juga untuk restoran yang telah bisa makan di tempat, membuat pengunjung enggan duduk berlama-lama.

Baca juga: Efek Jangka Panjang Terinfeksi Corona, Sulit Bernapas Hingga Kabut Otak

"Pemilik restoran jangan menyetel lagu atau backsound. Karena otomatis kalau suaranya nggak ada, jadi kan ngomong pelan-pelan bisa tetap terdengar walaupun pakai masker," ujarnya.

Lanjut Fajri, bagi restoran prasmanan, sebaiknya mengubah metode pengambilan makanan. Hal itu dilakukan guna pengunjung mencegah mengambil makanan sendiri.

Karena menurutnya, sendok untuk mengambil makanan yang digunakan bersama juga bisa menjadi media penularan virus corona Covid-19.

"Sentuhan itu akan menyebabkan risiko penularan makin tinggi. Jadi jangan konsep prasmanan, konsep biasa saja," ujar Fajri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Suara.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ticket Hunter dan Pemudik! Ini Daftar Promo Tiket Mudik Lebaran

News
| Minggu, 25 Februari 2024, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Melihat Kemeriahan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk

Wisata
| Sabtu, 24 Februari 2024, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement