Cuaca Ekstrem Picu Buka Tutup Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk
ASDP memberlakukan buka tutup penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akibat cuaca buruk di Selat Bali dan menyiapkan armada tambahan.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA - Ada anggapan memakai kacamata malah menambah minus, sehingga tidak sedikit orang yang memilih tidak menggunakan kacamata walaupun matanya sudah rabun.
Padahal, memakai kacamata bukan penyebab langsung dari minus mata yang bertambah.
Bagaimana dengan anggapan kenapa minus bertambah terus meski pakai kacamata?
Penglihatan memburuk bisa jadi Anda memakai resep kacamata yang salah. Kacamata adalah alat bantu optik eksternal guna memberikan penglihatan yang lebih jelas kepada orang-orang dengan penglihatan kabur yang disebabkan oleh gangguan fokus mata.
Salah resep kacamata adalah kesalahan yang cukup umum ditemukan selama pemeriksaan mata, biasanya sebagai akibat dari tulisan tangan yang sulit dibaca. Ketika perhitungan lensa sedikit saja meleset satu-dua derajat, Anda akan memiliki kacamata yang berlensa buram dan menyebabkan penglihatan semakin kabur.
Namun, dilansir Hello Sehat pandangan buram juga bisa terjadi saat Anda menyesuaikan diri dengan kacamata yang memiliki resep akurat. Penglihatan yang kabur selama penyesuaian resep kacamata baru umumnya bertahan selama paling lama dua minggu.
Jika penglihatan tak kunjung membaik setelahnya, ada kemungkinan bahwa Anda memiliki resep yang salah atau lensa kacamata Anda tidak sesuai dengan apa yang diresepkan.
Gejala lain yang harus Anda perhatikan untuk benar-benar menentukan apakah keluhan mata buram Anda diakibatkan oleh salah resep kacamata adalah pemudaran pandangan ekstrem dan kesulitan fokus yang diikuti oleh sakit kepala kambuhan dan vertigo.
Jika Anda menutup mata dan menemukan bahwa pandangan Anda tetap kabur, maka kacamata Anda tidak memiliki resep yang tepat. Jika Anda mengalami sakit kepala atau pusing akibat ketegangan mata berlebihan maka resep kacamata Anda bukan yang seharusnya.
Di sisi lain, kesulitan untuk memfokuskan penglihatan pada gambar atau tulisan adalah tanda penuaan yang sulit dielak. Kondisi ini disebut presbiopia dan bisa menyerang kita semua, sehingga sebagian besar dari kita akhirnya harus memakai kacamata. Presbiopia berbeda dari masalah mata minus (rabun jauh/miopia), plus (rabun dekat), maupun silinder (astigmatisme) yang terkait dengan bentuk bola mata dan disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan.
Situasi ini akan berbeda pada anak-anak yang memakai kacamata untuk membantu meluruskan mata atau memperbaiki penglihatan dari mata juling (strabismus) atau mata malas (amblyopia). Tidak memakai kacamata yang tepat atau tidak memakainya sama sekali malah dapat memiliki dampak jangka panjang pada penglihatan mereka.
Jadi jangan menghindari menggunakan kacamata untuk penglihatan Anda yang sudah rabun atau bermasalah. Karena anggapan kacamata malah bikin minus atau plus bertambah adalah tidak benar, kacamata malah membantu penglihatan lho.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
ASDP memberlakukan buka tutup penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akibat cuaca buruk di Selat Bali dan menyiapkan armada tambahan.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produksi ikan nila di Sleman mencapai 15.370 ton pada semester I 2026. Budi daya nila di Kapanewon Minggir dilaporkan masih aman.
residen Prabowo Subianto memimpin akad massal KPR 62.000 rumah subsidi di Batang. Program ini melibatkan penerima rumah subsidi dari berbagai daerah melalui ske
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.