Celios Ungkap Dampak Kesehatan Karhutla, 17,4 Juta Warga Tak Mampu Berobat
Celios memperkirakan biaya kesehatan akibat karhutla mencapai Rp103,3 triliun. Sebanyak 17,4 juta warga bergejala ISPA diprediksi tidak berobat.
Slank. /Suara.com
Harianjogja.com, PEKANBARU- Band tanah air, Slank menjadi idola di tanah air. Mereka memiliki jutaan penggemar. Hampir setiap menggelar konser, Kaka cs selalu dipadati penonton.
Tapi rupanya, Slank juga punya pengalaman menggelar konser sepi penonton. Malah, penonton yang datang bisa dihitung dengan jari, 10 orang penonton!
Kejadian itu terjadi ketika Slank menggelar konser internasionalnya di Amerika Serikat, pada 2008 lalu.
"Kami di Amerika Serikat syukur-syukur ada yang nonton 10 orang, bahkan ada beberapa tempat kita main yang benar-benar 10 orang aja. Dan orang itu benar-benar tak tahu kami ini siapa," kata Kaka Slank, saat acara temu penggemar di Pekanbaru, Rabu (14/11/2018), seperti dikutip dari Antara.
Selain menggelar konser internasional di Amerika Serikat, Slank juga saat itu mencari seorang produser, untuk menggarap album internasionalnya. Mereka pun mendapatkan seorang produser benma Saraceno dari Los Angeles. Saraceno merupakan guru gitar Ridho Slank, saat sang gitaris belajar gitar sebelum terkenal menjadi gitaris Slank.
"2007 sebulan rekaman di LA, prosesnya seru. Biasa berpuluh tahun produser sendiri, Slank sebagai produser, kini kami balik lagi jadi yang diproduseri orang. Ini bule, dikasih target, seminggu rekaman, seminggu overdub," ungkapnya.
Setelah itu satu bulan mixing master dan tahun 2018 rilis dan kemudian tur 15 kota di Amerika Serikat. Pada saat itulah Slank yang biasanya manggung puluhan ribu orang, kini ditonton ada yang 10 orang.
"Itu kami bangunnya dari bawah banget. Kami perkenalkan diri kami Slank, band Rock and Roll dari Indonesia. Kami perkenalkan Indonesia, \'You Know Bali ? Kadang orang Amerika tak tahu Indonesia tapi Bali tahu. Kita berjuang perkenalkan diri lagi, kayak dari nol lagi," tutur Kaka Slank.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Celios memperkirakan biaya kesehatan akibat karhutla mencapai Rp103,3 triliun. Sebanyak 17,4 juta warga bergejala ISPA diprediksi tidak berobat.
Mutasi Polri November 2026 menyasar enam perwira terkait Polda DIY, termasuk pergantian Kapolresta dan Wakapolresta Yogyakarta.
Sri Sultan mengingatkan pemanfaatan kekayaan geologi Indonesia harus memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
PVMBG menjelaskan daratan baru di perairan Tual terbentuk dari material mud volcano yang terdorong ke permukaan setelah aktivitas gempa.
Rosan Roeslani menargetkan laporan keuangan Danantara selesai November 2026 setelah proses konsolidasi lebih dari 1.000 perusahaan.
DPRD Kulonprogo meminta event wisata tetap digelar pada 2027. Dispar mencatat 12 agenda, termasuk Arung Progo Festival menuju PON 2028.