Advertisement
Anang Hermansyah: K-POP Bikin Musik Tanah Air Lesu
Potret perayaan ulang tahun pernikahan Anang Hermansyah dan Ashanty
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Industri musik tanah air dinilai lesu, salah satu penyebabnya adalah berkembangnya musik asing di Indonesia.
Anang Hermansyah menilai jika permusikan Tanah Air masih lesu. Komentar tersebut dingkapkan terkait rencana digelarnya Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) yang rencananya dihelat Kemendikbud pada Desember mendatang.
Advertisement
Menurut Anang, ajang lima tahunan yang kini usianya seabad itu dinilai belum mampu memajukan permusikan di Indonesia.
"Seni adalah salah satu objek pemajuan kebudayaan yang di dalamnya terdapat musik. Pengamatan saya, dalam satu dekade terakhir ini terbukti lesu darah," ujar Anang yang dihubungi, Selasa (6/11/2018).
BACA JUGA
Berkembangnya musik barat dan K-Pop dinilai menjadi salah satu penyebab kelesuan musik tersebut hingga berakibat pada lunturnya citra musik Indonesia.
Apalagi di era digitalisasi, masyarakat sangat mudah mengadop musik-musik luar.
"Saya berharap, KKI bisa menghasilkan rumusan konkrit, aplikatif yang bisa menunjang pemajuan kebudayaan, tak terkecuali dalam urusan musik di Indonesia. Di samping meningkatkan kemajuan permusikan, perfilman dan besarnya kreatif industri," tegasnya.
Anang berharap kegiatan kongres harus difokuskan pada pengelolaan dan pemajuan kebudayaan nasional. Apalagi ada anggapan kegiatan yang dilaksanakan biorkrasi hanya sekadar formalitas dan penyerapan anggaran.
"Saya berharap, ada dampak turunan yang konkrit atas pemajuan kebudayaan di Indonesia yang dihasilkan dari pelaksanaan KKI itu. Kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia harus dijadikan triger untuk kemajuan sumber daya manusia Indonesia di tengah globalisasi serta perkembangan digital yang begitu masif," pungkasnya.
Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggelar KKI pada Desember mendatang.
Sebulan sebelum pelaksanaan, Kemendikbud memanggil para ahli dan pelaku budaya dalam agenda prakongres, yang berlangsung di Jakarta pada 4-6 November 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- WFH ASN DIY Mulai Pekan Ini, Car Free Day Tetap Lanjut
- Makan Bersama Jadi Cara Unik Cegah Stunting di Gowongan
- Dukuh Gugat ke PTUN Seusai Dicopot, Warga Seloharjo Bela Lurah
- Cuaca Tak Menentu di Jogja, Warga Diminta Waspada Pohon Tumbang
- Kereta di Jogja Kembali Tepat Waktu Seusai Evakuasi KA Bangunkarta
Advertisement
Advertisement








