Warga Boyolali Temukan Batu Diduga Candi, Jejak Mataram Kuno?
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Ilustrasi gula buatan/phicisiandaily
Harianjogja.com, JAKARTA—Anda suka minuman manis dalam kemasan? Waspadai pemanis buatan di dalamnya.
Pemanis buatan atau fruktosa dalam minuman bisa memicu seseorang mengonsumsi lebih banyak makanan berkalori, menurut sebuah studi dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Dalam studi itu, para peneliti memberikan pemanis yang mengandung fruktosa sekitar 75 gram pada 24 orang partisipan. Lalu di hari berikutnya, peneliti memberikan glukosa dalam jumlah yang sama pada minuman partisipan.
Selama studi, para peneliti juga meminta partisipan mengukur seberapa lapar mereka dan berapa banyak ingin mengonsumsi makanan saat diperlihatkan foto-foto makanan seperti permen, kue, pizza dan burger.
Setelah mengonsumsi fruktosa, partisipan dilaporkan merasa lebih lapar dan berkeinginan lebih besar mengonsumsi makanan yang diperlihatkan dalam foto dibandingkan saat mereka mengonsumsi glukosa.
"Tak seperti glukosa, fruktosa gagal menstimulasi hormon seperti insulin, yang berperan memberikan sinyal kenyang pada otak. Oleh karena itu, setelah mengonsumsi fruktosa, otak tak menerima sinyal kenyang," ungkap penulis studi sekaligus asisten professor kedokteran klinis dari University of Southern California, Dr. Kathleen A. Page.
Di samping itu, para peneliti juga menemukan level insulin para partisipan lebih rendah secara signifikan setelah mengonsumsi fruktosa, dibandingkan glukosa. Hal inilah yang bisa menjelaskan terjadinya perbedaan respon partisipan terhadap makanan.
Fruktosa dan glukosa memiliki kandungan kalori yang sama. Namun, masing-masing dimetabolisme oleh tubuh secara berbeda. Glukosa digunakan untuk menghasilkan energy bagi tubuh termasuk otak dan merupakan komponen gula utama dalam darah seperti dilansir LiveScience.
Sementara fruktosa dimetabolisme oleh hati dan sangat sedikit yang beredar dalam darah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Mikel Arteta ungkap pelajaran penting dari PSG jelang final Liga Champions 2026. Arsenal siap tampil maksimal dan incar gelar juara.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Antam, UBS, dan Galeri24 kompak menguat. Simak daftar harga lengkap terbaru.
WHO menyebut Ebola Bundibugyo memiliki tingkat kematian hingga 50 persen. Wabah di Kongo dan Uganda berpotensi terus meningkat.
BMKG mendeteksi Siklon Tropis Jangmi yang picu hujan lebat dan angin kencang di Indonesia. Simak wilayah terdampak terbaru.
Temuan cacing hati pada hewan kurban di Bantul capai 493 kasus. DKPP pastikan daging tetap aman dikonsumsi masyarakat.