Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Ilustrasi anak-anak/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Saat bermain permainan imajinatif anak-anak sebaiknya ditemani orang tua. Pemainan ini bisa mengoptimalkan tumbuh kembang, teman bermain berfungsi mengembangkan ide.
Permainan imajinatif yang umum dilakukan anak adalah bermain masak-masakan, dokter-dokteran, kasir-kasiran, menyusun balok menjadi bangunan, dan masih banyak lagi. Saat anak sedang melakukan permainan tersebut, orang tuatetap harus terlibat dan menemani anak. Sebab ternyata, ada perbedaan pada anak yang bermain sendiri dengan anak yang bermain bersama orang dewasa terutama orangtua.
"Kalau anak bermain sendiri, imajinasinya terbatas, hanya muncul dari yang ada di kepalanya dia saja. Padahal peristiwa yang dialami anak belum begitu banyak. Tapi ketika orang dewasa menemani, akan ada pengalaman dan ide-ide baru dalam bermain sehingga imajinasi anak lebih berkembang," terang psikolog pendidikan Binky Paramitha I, belum lama ini.
Pendampingan yang dilakukan oleh orang dewasa juga berfungsi untuk mengontrol imajinasi anak. Tidak menutup kemungkinan anak akan memiliki pemikiran yang salah. Dalam situasi ini, orang dewasa berperan membetulkan pemahaman yang salah tadi dan mengarahkan ke konsep yang benar.
"Orang tua juga perlu memfasilitasi anak dengan perlengkapan yang menunjang. Kalau anak suka masak-masakan, ya belikan mainan masak-masakan. Itu menjadi bekal untuk anak berimajinasi," terang Binky.
Bagi orang tua yang bekerja, mereka bisa maksimalkan waktu yang ada bersama anak. Paling tidak, luangkan waktu 15 menit untuk bermain imajinasi dengan anak. Biarpun waktunya sebentar, tapi jika berkualitas dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak.
"Orang tua harus melawan rasa lelah agar anak berkembang dengan optimal. Selain itu, berikan pemahaman juga kepada yang menjaga anak saat orang tuabekerja agar mendampingi anak ketika bermain. Itu juga bisa membantu," tambah Binky.
Selain bermain peran, untuk mengasah imajinatif anak orang tuajuga bisa mengajak melakukan hal lain seperti mengajak ke museum. Kegiatan itu membuat anak melihat sesuatu yang baru sehingga muncul pengetahuan dan ide-ide baru karena pengalaman.
"Tugasnya orang tua adalah memberikan pengalaman, membiarkan anak bereksplorasi, dan jangan lupa orang tua perlu memfasilitasi," kata Binky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.