Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Ilustrasi anak-anak/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Anak-anak yang sedang belajar berpuasa biasanya sulit dibangunkan ketika dini hari waktu sahur. Kantuk mereka bisa diredakan dengan kesadaran. Ini kiat bagi orang tua:
Jelaskan makna puasa
Baiknya, ajak si kecil bersiap beberapa hari sebelum Ramadan. Salah satunya menjelaskan makna puasa dengan bahasa yang mudah dipahami anak.
Kalau sudah masuk bulan Ramadan seperti sekarang, enggak ada salahnya memberi penjelasan tentang jam berapa harus bangun sahur, berapa lama menahan makan dan minum, lalu kapan waktu berbuka puasa.
Atur jam tidur
Supaya jam tidur anak tidak dirasa kurang, ajak untuk tidur lebih awal. Biasanya, anak sulit dibangunkan sahur karena terbiasa tidur terlalu malam. Sebagian anak mungkin sangat susah diajak tidur lebih awal. Tapi, bisa lakukan pendekatan lagi dan jelaskan gunanya tidur lebih awal supaya enggak ngantuk saat sahur.
Menu makan favorit
Anak biasanya akan antusias ketika memberi tahu menu makanan favoritnya akan disajikan saat sahur. Cara ini lumayan ampuh lho.
Beri hadiah
Cara lain yang terbilang sukses yakni dengan memberi si kecil hadiah. Boleh kok menjanjikan sesuatu demi si buah hati bisa bangun sahur tanpa drama.
Suara lembut
Sangat dianjurkan untuk membangunkan anak dengan suara lembut. Enggak perlu dengan suara kencang, apalagi berteriak ya. Baiknya dengan sentuhan lembut juga.
Seperti diterbitkan dalam Journal of Pediatrics, penelitian menunjukkan, suara ibu lebih efektif membangunkan anak yang sedang tidur, daripada alarm bernada tinggi.
"Studi ini menegaskan bahwa alarm suara ibu lebih baik daripada alarm nada tinggi, untuk membangunkan anak-anak," kata pemimpin penulis jurnal, Dr.Gary Smith, dikutip dari Independent.
Saat melakukan penelitian yang melibatkan 176 anak di Inggris ini, para peneliti juga mengeksplorasi dengan memasukkan nama depan anak dalam alarm suara untuk melihat apakah cara itu efektif membuat mereka bangun. Hasilnya, enggak ada perbedaan signifikan ketika nama depan anak digunakan di alarm suara.
"Saat tidur, anak-anak memang sangat sulit dibangunkan dengan suara," tegas Mark Splaingard, direktur rumah sakit pusat gangguan tidur yang juga penulis penelitian ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.