Aturan Gaji untuk Kepala Daerah Bakal Direvisi
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Evelyn Nada Anjani dan Aming. /Ist- Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA-- Ada yang menarik dari pernyataan Evelyn Nada Anjani. Ia berbicara kemungkinan rujuk dengan mantan suaminya, Aming. Hal itu diungkapkan langsung oleh Evelyn Nada Anjani kepada wartawan.
"Itu nanti deh aku belum bisa ngomong apa-apa nggak boleh sesumbar. Tapi niat kita ya sangat baik," ujarnya di kawasan Kapten P. Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).
Dia tidak memungkiri kembali mesra dengan Aming setelah pulang umrah. Hubungan mereka pun kembali membaik.
"Ya setelah aku pulang umrah ya dapat jawaban dari apa yang aku minta di Tanah Suci. Jadi alhamdulillah sih sekarang jauh lebih tenang karena aku ngerasa semua sudah diatur. Dan kita jalanin saja dengan tulus," sambung Evelyn Nada Anjani.
Semenjak bercerai, Evelyn Nada Anjani dan Aming memang merenungkan kesalahan masing-masing. Kini, keduanya pun sudah saling intropeksi diri.
"Pasti banyak sih pembicaraan itu sudah berkali-kali, mungkin ini gongnya terakhir dari jawaban apa yang kita jalanin selama perceraian kita. Jadi ya alhamdulillah," kata Evelyn Nada Anjani.
"Mungkin dari kemarin-kemarin lebih, sekarang jauh lebih bisa bersyukur. Lebih bisa saling mengerti dan lebih bisa menerima satu sama lain," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.