Kasus Bupati Pemalang, Uang Rp1,98 Miliar untuk Keperluan Pribadi
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.
Peggy Melati Sukma. /Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA-- Lama tak tampil di layar kaca, artis Peggy Melati Sukma muncul dengan kabar tengah mengidap tumor.
Namun sayang terkait penyakit tumor apa yang diidapnya, tak dijelaskan secara rinci oleh Peggy. Pemain sinetron Gerhana ini hanya mengatakan jika ia sudah merasa baikan.
“Ayah saya sebetulnya yang kanker, kalau saya tumor, dan ibu saya ada kelainan tulang belakang dan beberapa penyakit lainnya,” kata Peggy Melati Sukma di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan pada Sabtu (27/4/2019).
“[Penyakit tumornya] itu biar saya saja yang tahu, tapi sudah operasi, pengangkatan,” sambungnya.
Lebih jauh, Peggy menganggap penyakit yang dideritanya sebagai rezeki dari Sang Pencipta. Peggy dengan lapang dada menerima kenyataan tersebut.
“Saat ini memang Allah memberikan rezeki luar biasa, bukan hanya pada saya, tapi juga ayah dan ibu saya. Kami sedang diberi rezeki, semuanya sedang mengalami sakit yang kronis,” lanjutnya.
Mengingat kesehatannya yang sudah tak sebaik dulu, Peggy mulai membatasi pekerjaannya, terutama jadwal dakwahnya.
"Juga kalau di Instagram, suka ada saya memberitahukan dakwah saya dibatalkan atau apa karena harus bedrest dan lain-lain. Tapi alhamdulillah sejauh ini kondisinya teratasi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.