Biodiesel B40 Mulai Dijual di Pasaran secara Bertahap
PT Pertamina Patra Niaga mulai melakukan penyaluran bahan bakar nabati campuran solar dengan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) 40% atau biodiesel B40.
Ilustrasi/Popsugar
Harianjogja.com, JAKARTA-- Jangan meremehkan tidur siang, karena sebuah studi menemukan bahwa tidur siang memiliki efek yang sama dengan obat tekanan darah untuk menurunkan tekanan darah.
Para peneliti menemukan bahwa untuk setiap jam tidur siang, tekanan darah sistolik turun rata-rata 3 mm Hg. Tekanan sistolik (angka teratas dalam pembacaan tekanan darah) menunjukan tekanan ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan diastolik (angka bawah) menunjukkan tekanan ketika jantung dalam keadaan istirahat (di antara detak).
Meminum obat tekanan darah dosis rendah, misalnya, dapat menurunkan tekanan darah rata-rata 5 hingga 7 mm Hg, sementara tidur siang dapat mengurangi tekanan darah keseluruhan rata-rata 5 mm Hg.
"Tidur siang hari tampaknya menurunkan kadar tekanan darah pada besaran yang sama dengan perubahan gaya hidup lainnya," kata Dr. Manolis Kallistratos, seorang ahli jantung di Asklepieion General Hospital di Voula, Yunani, dilansir dari WebMD, Senin (11/3/2019).
"Temuan ini penting karena penurunan tekanan darah sekecil 2 mm Hg dapat mengurangi risiko kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung hingga 10%."
Untuk penelitian ini, para peneliti mengumpulkan data sebanyak 212 orang dengan usia rata-rata 62 tahun. Responden memiliki tekanan sistolik rata-rata sekitar 130 mm Hg. Sekitar seperempat dari responden merokok dan/atau menderita diabetes tipe 2.
Para peneliti membandingkan tekanan darah lebih dari satu hari di antara mereka yang tidur siang selama sekitar 49 menit dengan mereka yang tidak tidur siang. Studi ini juga memperhitungkan faktor-faktor lain, seperti konsumsi alkohol, kopi dan garam, tingkat aktivitas fisik para peserta, usia, jenis kelamin, dan obat-obatan.
Responden mengenakan monitor tekanan darah untuk melacak pembacaan tekanan darah mereka selama 24 jam. Temuan menunjukkan, selama periode itu, mereka yang tidur siang memiliki tekanan darah sistolik rata-rata 5 mm Hg lebih rendah daripada mereka yang tidak tidur siang.
Secara keseluruhan, orang yang tidur siang memiliki bacaan yang lebih baik (128,7 sistolik / 76,2 diastolik) daripada yang tidak (134,5 sistolik / 79,5 diastolik).
"Kami jelas tidak ingin mendorong orang untuk tidur berjam-jam pada siang hari, tetapi di sisi lain, mereka seharusnya tidak merasa bersalah jika mereka bisa tidur siang sebentar, mengingat potensi manfaat kesehatan," kata Kallistratos dalam. siaran pers American College of Cardiology (ACC).
Adapun tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama untuk serangan jantung dan stroke.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com/WebMD
PT Pertamina Patra Niaga mulai melakukan penyaluran bahan bakar nabati campuran solar dengan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) 40% atau biodiesel B40.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.