Sultan Dorong Kerajinan Jogja Tembus Pasar Global Lewat INACRAFT
Sri Sultan HB X membuka INACRAFT Festival 2026 di JEC. Festival ini diharapkan memperluas pasar global kerajinan Jogja dan Indonesia.
Ilustrasi./ Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA-- Memiliki payudara besar menjadi impian kebanyakan kaum hawa. Dengan payudara, seorang perempuan akan lebih percaya diri. Namun bagi Anda yang memiliki payudara kecil jangan berkecil hati dulu.
Menurut Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional, Prof DR. dr Soehartati Gondhowiardjo, Sp.Rad (K) Onk.Rad, payudara perempuan Indonesia yang tidak terlalu besar justru memudahkan kaum hawa untuk mendeteksi adanya benjolan kecil yang bisa mengarah pada kanker payudara.
"Benjolan kecil di bawah 2 cm bisa teraba. Beda dengan payudara perempuan di negara lain yang cenderung besar, susah untuk meraba adanya benjolan," ujar dr Soehartati pada temu media di Gedung Kemenkes Jakarta, Kamis (30/1/2019).
Perempuan yang akrab disapa Prof Tati ini mengatakan menemukan benjolan di payudara pada stadium dini ini, tambah Prof Soehartati dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Sementara pada payudara berukuran besar cenderung lebih sulit dideteksi adanya tumor hanya dengan merabanya.
"Sadari [periksa payudara sendiri] itu bisa efektif tapi kalau payudara besar agak sulit memang. Sebaiknya untuk mendeteksinya bisa USG kalau usianya masih muda. Untuk yang berusia 35 tahun ke atas bisa melakukan mamografi," tambah dia.
Menurut Prof Tati kesadaran kaum hawa untuk mendeteksi adanya keanehan pada payudaranya masih rendah. Akibatnya ketika benjolan sudah berubah menjadi tumor ganas, sebagian besar pasien kanker payudara baru mengonsultasikan kondisinya ke dokter. Peluang kesembuhan saat terdeteksi stadium lanjut pun menjadi rendah.
"Sadari itu sangat efektif. Semakin lanjut pasien diobati, kemungkinan keberhasilan pengobatan sangat rendah. Pembiayaan pun semakin besar tersedot karena 70 persen pasien datang dengan stadium lanjut," tandas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Sri Sultan HB X membuka INACRAFT Festival 2026 di JEC. Festival ini diharapkan memperluas pasar global kerajinan Jogja dan Indonesia.
Gabsi Sleman menggelar Kejurkab Bridge 2026 sebagai ajang seleksi atlet menuju Kejurda DIY dan Pelatkab Porda 2027.
FK-KMK UGM menggelar Summer Course 2026 bertema sistem kesehatan tangguh bencana yang diikuti 81 peserta dari 11 negara.
Kejagung menegaskan status Febrie Adriansyah tetap tersangka meski menerbitkan tiga sprindik baru terkait dugaan korupsi dan TPPU.
Menkop Ferry Juliantoro merespons isu pengadaan kipas angin Kopdes Merah Putih senilai Rp1,8 triliun dalam rapat bersama Komisi VI DPR.
Inggris unggul rekor pertemuan atas Argentina jelang semifinal Piala Dunia 2026. Simak head to head dan lima pertemuan terakhir.