Pemadaman Listrik Serentak Ganggu 3 Negara Asia Tengah
Pemadaman listrik terjadi bersamaan di Kazakhstan, Uzbekistan, dan Tajikistan. Otoritas energi ketiga negara menyelidiki penyebab gangguan.
Ilustrasi anak-anak/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Anak-anak mengamuk? Tenang dulu jangan terburu kesal. Dalam dunia parenting atau pengasuhan anak, kemarahan mereka berdampak positif bagi perkembangan mental.
Dilansir dari Bright Side, inilah beberapa manfaat positif dari amukan anak kecil:
Belajar menghadapi situasi yang mengecewakan
Amukan sering terjadi jika seorang anak mendengar kata “tidak” yang dilontarkan oleh orangtua mereka. Meskipun Anda mungkin tidak ingin melihat sang buah hati bertingkah ketika mereka mendengar sebuah penolakan, Anda tetap harus menetapkan sebuah batasan dengan tegas. Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan, semakin cepat seorang anak memahami hal ini akan semakin cepat juga dia belajar bagaimana cara mengatasi kekecewaan. Dengan begitu, anak akan belajar cara mengatasi kemarahan dan ketakutan mereka.
Saat membagikan emosi
Jika anak membuat ulah tepat di depan Anda, itu berarti ia merasa cukup aman untuk mengeluarkan bagaimana perasaan dan emosi mereka di hadapanmu. Berbelas kasih dan bantulah untuk mengeluarkan semua kemarahan, ketakutan, dan perasaan frustasi mereka.
Baik anak-anak maupun orang dewasa tidak memilih apa yang mereka rasakan, tetapi orang dewasa lebih bisa memilih bagaimana bertindak ketika mengalami emosi. Sedangkan anak-anak tidak dapat mengendalikan perilaku mereka ketika merasa marah ataupun kesal. Daripada menyuruhnya berhenti menangis dan menghukum mereka karena emosi, Anda bisa mempertahankan atmosfer kepercayaan dan kenyamanannya.
Menghilangkan stres
Sebagai orang dewasa kita tahu bahwa menangis adalah cara yang tepat untuk membantu menghilangkan stres, kecemasan dan kekecewaan. Ini juga berlaku untuk anak kecil. Jika kemarahan anak disertai dengan air mata akan menghilangkan hormon stres yang memicu kecemasan.
Emosi yang dipendam dapat menyebabkan masalah tidur. Seorang anak yang berhasil mengatur emosinya melalui kehancuran dan bahkan air mata, akan lebih mudah tertidur.
Menikmati tangisan
Seiring bertambahnya usia kita belajar bagaimana menjaga perasaan kita. Seringkali kita menekan emosi dan jarang membiarkan diri sendiri menangis, atau bahkan mendiskusikan ketakutan dan kekhawatiran dengan teman atau keluarga. Emosi bisa membuat orang dewasa menjadi sangat stres. Balita masih pada usia di mana mereka dapat mengekspresikan emosi mereka agar dipahami. Sebelum mereka tumbuh dewasa dan mulai harus berpikir tentang bagaimana mereka terlihat di mata publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Pemadaman listrik terjadi bersamaan di Kazakhstan, Uzbekistan, dan Tajikistan. Otoritas energi ketiga negara menyelidiki penyebab gangguan.
Studi terbaru mengungkap mahasiswa yang kecanduan judi online memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, kecemasan, hingga munculnya keinginan bunuh diri.
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari Pemkab Kuansing ke Kementerian Kehutanan dan proses pengembaliannya dalam kasus Kuansing.
Jadwal bola malam ini Sabtu 15 Agustus 2026 hingga Minggu dini hari menghadirkan Persib vs Sabah, Singapura vs Thailand, dan Manchester United vs AC Milan.
Sepanjang 2026, dunia telah diguncang 11 gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 atau lebih. Indonesia tercatat mengalami tiga gempa besar, termasuk gempa M7,7 di Fl
Putri Andriani Juficha, Miss Earth Indonesia 2025, meninggal dunia di usia 26 tahun. Berikut profil, pendidikan, dan prestasinya.