Harga Avtur Naik, Kemenhub Sesuaikan Fuel Surcharge Pesawat
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Ilustrasi anak-anak/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Anak-anak mengamuk? Tenang dulu jangan terburu kesal. Dalam dunia parenting atau pengasuhan anak, kemarahan mereka berdampak positif bagi perkembangan mental.
Dilansir dari Bright Side, inilah beberapa manfaat positif dari amukan anak kecil:
Belajar menghadapi situasi yang mengecewakan
Amukan sering terjadi jika seorang anak mendengar kata “tidak” yang dilontarkan oleh orangtua mereka. Meskipun Anda mungkin tidak ingin melihat sang buah hati bertingkah ketika mereka mendengar sebuah penolakan, Anda tetap harus menetapkan sebuah batasan dengan tegas. Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan, semakin cepat seorang anak memahami hal ini akan semakin cepat juga dia belajar bagaimana cara mengatasi kekecewaan. Dengan begitu, anak akan belajar cara mengatasi kemarahan dan ketakutan mereka.
Saat membagikan emosi
Jika anak membuat ulah tepat di depan Anda, itu berarti ia merasa cukup aman untuk mengeluarkan bagaimana perasaan dan emosi mereka di hadapanmu. Berbelas kasih dan bantulah untuk mengeluarkan semua kemarahan, ketakutan, dan perasaan frustasi mereka.
Baik anak-anak maupun orang dewasa tidak memilih apa yang mereka rasakan, tetapi orang dewasa lebih bisa memilih bagaimana bertindak ketika mengalami emosi. Sedangkan anak-anak tidak dapat mengendalikan perilaku mereka ketika merasa marah ataupun kesal. Daripada menyuruhnya berhenti menangis dan menghukum mereka karena emosi, Anda bisa mempertahankan atmosfer kepercayaan dan kenyamanannya.
Menghilangkan stres
Sebagai orang dewasa kita tahu bahwa menangis adalah cara yang tepat untuk membantu menghilangkan stres, kecemasan dan kekecewaan. Ini juga berlaku untuk anak kecil. Jika kemarahan anak disertai dengan air mata akan menghilangkan hormon stres yang memicu kecemasan.
Emosi yang dipendam dapat menyebabkan masalah tidur. Seorang anak yang berhasil mengatur emosinya melalui kehancuran dan bahkan air mata, akan lebih mudah tertidur.
Menikmati tangisan
Seiring bertambahnya usia kita belajar bagaimana menjaga perasaan kita. Seringkali kita menekan emosi dan jarang membiarkan diri sendiri menangis, atau bahkan mendiskusikan ketakutan dan kekhawatiran dengan teman atau keluarga. Emosi bisa membuat orang dewasa menjadi sangat stres. Balita masih pada usia di mana mereka dapat mengekspresikan emosi mereka agar dipahami. Sebelum mereka tumbuh dewasa dan mulai harus berpikir tentang bagaimana mereka terlihat di mata publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.