Terlalu Kurus pada Usia 40-60 Tahun Bisa Berisiko Pikun Lho, Waspadalah

newswire
newswire Senin, 12 November 2018 09:35 WIB
Terlalu Kurus pada Usia 40-60 Tahun Bisa Berisiko Pikun Lho, Waspadalah

Ilustrasi perempuan kurus/Reuters

Harianjogja.com, JAKARTA—Orang yang kekurangan berat badan pada usia 40 hingga 60 tahun, 34% lebih mungkin terdiagnosa demensia 15 tahun kemudian. Hal ini dipublikasikan dalam jurnal Lancet Diabetes & Endocrinology.

"Sebenarnya, alasan kekurangan berat badan, didefenisikan dengan indeks massa tubuh di bawah 20, di usia pertengahan berhubungan dengan demensia masih belum jelas dan membutuhkan penelitian lanjutan," kata salah satu penulis studi dari Dr. Nawab Qizilbash belum lama ini.

Sekalipun begitu, dia berpeskulasi bahwa sejumlah faktor semisal diet, olahraga, kekurangan vitamin D mungkin memainkan peran dalam hal ini.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti menganalisa data dari hampir dua juta orang berusia 40 tahun dan lebih tua di Inggris.

Pada permulaan studi, tak ada satupun para partisipan terdiagnosa demensia.  Namun, setelah 20 tahun, sekitar 46.000 orang terdiagnosa demensia.

Temuan studi juga memperlihatkan hal mengejutkan. Partisipan yang mengalami kelebihan berat badan di usia pertengahan justru terlindungi kesehatan otaknya.

Peneliti mengatakan, orang yang memiliki indeks massa  tubuh 40 atau lebih, 29% lebih rendah berisiko mengembangkan demensia dibandingkan mereka yang kekurangan berat badan.

"Orang yang mengalami obesitas di usia pertengahan terlihat tak berisiko lebih tinggi menderita demensia saat usia senja," kata Qizilbastold pada LiveScience.

Dia mengatakan, penelitian lanjutan diperlukan untuk menentukan bagaimana pengaruh berat badan pada risiko tipe demensia berbeda seperti Alzheimer dan penyakit pembuluh darah. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online