Geely Investasi Rp1,7 Triliun, Bidik Pengembangan Battery Swapping
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Film Ahok
Harianjogja.com, JAKARTA--Film berjudul A Man Called Ahok siap tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis (8/11/2018).
Pemutaran perdana atau premier film yang menceritakan kisah keluarga mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tersebut dilaksanakan Senin malam (5/11/2018) di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, baru beberapa jam setelah film itu tayang, Adik Ahok yang bernama Fifi Lety Tjahaja Purnama malah melayangkan kritik keras terhadap film A Man Called Ahok.
Dia mempermasalahkan soal peran ayahnya yang bernama Kim Nam (Tauke) tak sesuai dengan karakter aslinya.
"Ku kembalikan semua kecewa dan Sedih padaMu. Ooh...Papaku, seandainya masih Hidup pasti marah sekali dgn mrk Yg merusak image dan gambaran dirimu. Tidak pantas mrk menpertontonkan Hidupmu dgn cara spt ini. Tetapi Aku percaya dan aku Berdoa malam ini Mazmur 37 tjd pada mrk yang telah menyakitimu Bunga ini tanda kematian hati nurani, tanda dukacita Yg dalam. Tuhan Kalaulah pembela Papaku," seperti dikuti melalui akun Instagram @fifiletytjahajapurnama, Senin malam (5/11/2018).
Hingga Selasa (6/11/2018) siang, unggahan kritik Fify disukai oleh 2.501 orang, termasuk salah satunya mantan rekan Ahok di Balai Kota Djarot Saiful Hidayat.
Bukan cuma tombol likes, kolom komentar Fifi Lety pun dihujani oleh warganet. Sebagian dari mereka penasaran mengapa kuasa hukum Ahok justru tidak setuju dengan gambaran Kim Nam yang diperankan oleh Denny Sumargo dan Chew Kin Wah.
Salah satu netizen bernama @lienahusin menuliskan komentar di akun IG Fifi Lety.
"Di film tsb saya salut dengan yr [your] dad siap membantu orang lain yang membutuhkan. He was a great man. So please watch before you comment," tulis @lienahusin.
Tak lama, Adik Ahok langsung membalas komentar warganet tersebut dengan panjang.
"Hahaha yang benar saya please watch before i comment? Kita udah nonton, udah protes, udah minta cutt sana-sini, FYI saja kalau saya enggak bantu ini film enggak pernah ada! Sayang mereka enggak mau mereka buat seperti aslinya sesuai foto-foto kami itu saja. Yang saya mohon pada mereka itu memori kami itu Papa kami yang mereka gambarkan. Papa akan marah sekali seandainya dia masih hidup digambarkan seperti itu. I am the most closet with my father and he even ask me to keep his diary his love letter to me and have my foto in his wallet. So please don\'t comment if you don\'t know my father. Because i miss him and loved him and i\'m his beloved. My father deserved honour for who he is," tulis @fifiletytjahajapurnama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
UGM mencatat 35 komersialisasi paten dengan nilai royalti Rp15 miliar, tertinggi di Indonesia, disusul ITB dan IPB.
Komdigi menegaskan tak semua paket internet wajib rollover, tetapi sisa kuota harus tetap dilindungi tanpa biaya tambahan.
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap 6 dibuka hingga 14 Oktober. Simak jadwal seleksi, pengumuman, dan pelatihannya.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.