Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Via Vallen./Instagram
Harianjogja.com, SOLO – Pedangdut Via Vallen membeberkan alasannya melakukan lip sync saat bernyanyi di acara pembukaan Asian Games beberapa waktu lalu.
Pembukaan Asian Games 2018 yang berlangsung pada Sabtu (18/8/2018) lalu, berhasil membuat warga net geger karena mewahnya acara tersebut.
Tidak hanya kemewahannya, netizen sempat digegerkan karena penampilan penyanyi Via Vallen yang membawakan lagu Asian Games 2018 secara lip sync.
Dalam salah satu postingan akun Instagram pribadinya, @viavallen, Ia memberikan konfirmasi atas tanggapan salah satu netizen yang mengutarakan kekecewaannya atas penampilan Via Vallen. Ia menjelaskan bahwa itu semua merupakan keputusan mutlak dari panitia.
“Mohon maaf yang sebesar besarnya jika mba’ nya kecewa saya lip sync, sebenernya saya pribadi juga kecewa waktu di kasih tau harus lip sync, karen saya pribadi memang nggak pernah PD jika harus bernyanyi lip sync,” jelas Via.
Penyanyi dangdut Indonesia yang sedang naik daun itu juga menjelaskan bahwa alasan mengapa panitia mengharuskan Via untuk lip sync dalam penampilannya. “Ketika GR pun saya sudah berusaha untuk meminta nyanyi secara Live tapi pihak panitia melarang dengan alasan yang sangat masuk akal, pertunjukan ini mempertaruhkan nama negara kita, jika ada kesalahan teknis sedikit saja yang malu bukan hanya saya, tapi juga negara kan?” lanjut Via.
Via Vallen juga menekankan kepada seluruh netizen yang mempermasalahkan penampilannya, bahwa lip sync tidaklah lebih penting di bandingkan dengan menjaga segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi dari segi teknik. Sehingga dapat mempertaruhkan nama negara sebagai tuan rumah Asian Games 2018.
Dalam balasan komentar yang ditulis, ia juga menjelaskan bahwa penampilannya mendapatkan banyak apresiasi. “Alhamdulillah acara tadi malam mendapatkan apresiasi, se-Asia takjub melihat Indonesia lewat suguhan acara tadi malam yang di kerjakan oleh putra putri bangsa,” kata Via Vallen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Menkeu Purbaya targetkan rupiah menguat ke Rp15.000 lewat intervensi obligasi dan kebijakan DHE SDA mulai Juni 2026.
Google I/O 2026 sorot Gemini Spark yang justru didemokan di iPhone 17 Pro, memicu spekulasi strategi dan kerja sama Apple.
Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata Semangat Imigrasi untuk Rakyat
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.