Ternyata Dolanan Tradisional Banyak Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

Salsabila Annisa Azmi
Salsabila Annisa Azmi Minggu, 29 Juli 2018 06:17 WIB
Ternyata Dolanan Tradisional Banyak Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

Talkshow Menggiatkan Dolanan Tradisional Untuk Kesehatan Anak oleh FKKMK UGM di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM, Sleman, Jumat (27/7/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi

Harianjogja.com, SLEMAN-Perkembangan teknologi saat ini menggeser permainan tradisional yang mengembangkan kemampuan motorik dan kepekaan sosial dalam kehidupan anak. Kini anak lebih tertuju pada permainan daring dan tak jarang kecanduan. Hal tersebut membuat beberapa perkembangan anak terhambat.

Pakar Tumbuh Kembang Anak yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Alumni dan Pengabdian Masyarakat, Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM dokter Mei Neni Sitaresmi mengatakan, bermain sudah menjadi kebutuhan wajib bagi anak-anak untuk mempelajari lingkungan sosialnya.

"Manfaat seperti perkembangan fisik, belajar berbagai pengetahuan dari alam, kesadaran kolektif, konsep pengendalian diri, inovasi, bahkan perkembangan psikologis anak mampu dirangsang melalui permainan tradisional," kata Neni dalam talkshow Menggiatkan Dolanan Tradisional Untuk Kesehatan Anak di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM, Sleman, Jumat (27/7/2018).

Namun, Neni mengatakan, saat ini semakin banyak anak yang lebih memilih permainan daring di gawai. Tak jarang, dia pun menerima pasien anak-anak yang terlambat bicara karena terlalu sering bermain gawai.

Menurut Neni, seharusnya anak berusia balita lebih banyak melakukan komunikasi dua arah, baik itu melalui permainan di alam bebas yang melibatkan gerakan motorik maupun pembicaraan sehari-hari dengan orang tua. Bahkan seharusnya ocehan tak jelas dari balita harus ditimpali balik oleh orang tuanya.

"Terlalu banyak main gadget berdampak anak jadi malas gerak. Komunikasi dengan gadget kan juga satu arah, anak jadi tidak aktif bicara. Makanya ditemukan anak-anak kecanduan gadget yang mengalami obesitas, masalah mata, dan keterlambatan bicara," kata Neni.

Pakar Sosiologi Kesehatan FKKMK UGM Sumarni DW mengatakan, dalam permainan tradisional terkandung nilai sosialisasi interaksi, saling melindungi, dan kompetisi sehat. Sebagai contoh permainan jamuran. Terdapat kompetisi sehat dan melindungi kawan dari bahaya dengan bergandengan tangan menyentuh pohon.

"Berdasar penelitian saya, permainan tradisional dapat menurunkan agresivitas kenakalan anak pada saat remaja nanti. Karena apa? Nilai-nilai dalam dolanan tradisional itu sudah masuk ke pikiran mereka," kata Sumarni.

Sumarni mengatakan, lagu-lagu Jawa dalam permainan tradisional juga mengandung arti yang baik. Lirik lagu dalam permainan tradisional yang penuh kasih sayang, menurut penelitian Sumarni, dapat meningkatkan kepekaan sosial dan konsentrasi pada anak.

Ia mengungkapkan, menghadapi intensitas kenakalan remaja yang makin marak terjadi, para orang tua harus menjadi kunci pasokan perhatian dan pelestarian dolanan tradisional sejak dini. Hal tersebut dilakulan juga untuk mencegah gangguan perkembangan kemampuan mototik pada anak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online