IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Ilustrasi bersih-bersih rumah/ist-cleanmyspace
Harianjogja.com, JOGJA—Mengepel, mencuci piring, menyapu, membersihkan perabot, membersihkan tempat tidur adalah hal-hal yang bisa diajarkan kepada anak. Jangan biarkan anak menjadi tidak mandiri kelak di kemudian hari tanpa tahu mengurus diri sendiri sejak dini.
Mengajarkan pekerjaan domestik juga banyak manfaatnya, berikut ini daftarnya seperti dilansir Thelist.com:
Berpotensi Sukses, Terbiasa Bertanggung Jawab
Dr Marty Rossmann dari Universitas Minnesota, AS, menganalisa data dari sebuah penelitian jangka panjang yang diikuti 84 anak selama empat periode dalam hidup mereka, Rossman menemukan anak-anak yang mengerjakan pekerjaan domestik sedari usia muda mereka meraih sukses di bidang akademis maupun dalam kehidupan karier mereka.
Hal itu karena mereka telah terdidik untuk bertanggung jawab. Saat mengerjakan pekerjaan domestik mereka merasa bertanggung jawab atas pekerjaan yang mereka lakukan, misalnya saat mencuci perabot kotor mereka merasa bertanggung jawab membuat perabot itu benar-benar bersih.
Lalu kapankah usia yang tepat untuk mengajari anak mengerjakan pekerjaan domestik? Berdasarkan hasil penelitian Rossmann, usia paling tepat adalah usia tiga tahun dan empat tahun. Jika mereka mulai membantu Anda mengerjakan pekerjaan domestik saat mereka berusia lebih tua misal 15 tahun atau 16 tahun, hasilnya berbeda. Mereka tidak akan mengecap tingkat sukses yang sama dengan mereka yang mulai di usia lebih muda.
Menjadi Manusia yang Lebih Bahagia
Kedengarannya sulit dipercaya bahwa membiarkan si kecil mengerjakan pekerjaan domestik akan membuat mereka lebih bahagia. Tapi berdasarkan hasil penelitian jangka panjang Universitas Harvard, hal itu masuk akal.
Para peneliti meneliti 456 partisipan dan menemukan bahwa kesediaan dan kemampuan mereka bekerja membantu Anda di rumah merupakan indikator kesehatan mental di masa dewasa dibandingkan faktor lainnya misalnya kelas sosial dan isu keluarga lainnya.
Belajar Mengatur Waktu
Jika anak sudah bersekolah dan memiliki beban PR dari sekolah, sementara di rumah mereka juga harus mencuci piring dan gelas kotor misalnya, kadang Anda tergoda untuk membebaskan mereka dari kewajiban menyelesaikan pekerjaan domestik.
Namun mantan dekan di Stanford University, Julie Lythcott-Haims, menyarankan sebaiknya Anda tidak tergoda membebaskan mereka dari kewajiban mereka di rumah.
“Kehidupan yang terus berjalan akan menuntut mereka melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan. Misalnya saat mereka telah bekerja kelak, di waktu bersamaan mereka harus lembur sampai malam, tapi di sisi lain mereka harus membeli aneka kebutuhan pokok di toko dan pulang ke rumah untuk mencuci piring kotor. Jadi biarkan anak belajar mengatur waktu mereka sejak dini,” jelasnya.
Memiliki Hubungan Sosial yang Lebih Baik
Rossmann juga menemukan bahwa anak yang membantu pekerjaan domestik di usia lebih muda ternyata memiliki hubungan yang lebih baik dengan keluarga dan teman-teman mereka saat mereka dewasa kelak.
Hal ini karena mengerjakan pekerjaan domestik memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya memberikan kontribusi kepada keluarga dan bekerja bersama orang lain. Hasilnya mereka juga belajar akan belajar berempati terhadap orang lain.
Lebih Pandai Mengatur Uang
Dengan mengetahui mereka belum dapat bermain dengan teman atau nonton TV sebelum mereka mengerjakan pekerjaan mereka membuat anak belajar tentang disiplin dan kontrol diri yang baik. Dua hal ini bermanfaat untuk kehidupan finansial mereka kelak.
Berdasarkan hasil penelitian Duke University terhadap 1.000 anak di Selandia Baru, peneliti menemukan mereka yang memiliki kontrol diri rendah biasanya juga memiliki kemampuan manajemen keuangan yang buruk.
Belajar Banyak Nilai Positif
Saat anak mengerjakan pekerjaan domestik, mereka bukan hanya belajar bagaimana cara menyapu yang baik atau mencuci piring kotor dengan benar, melainkan mereka juga bisa belajar banyak hal dan memetik banyak nilai-nilai positif yang bermanfaat untuk masa depan mereka.
Misalnya saat membantu memasak, mereka bisa belajar tentang biologi. Anda bisa mengenalkan nama-nama sayuran, proses pertumbuhan sayuran tersebut dan sebagainya. Sedangkan nilai luhur yang bisa dipelajari adalah kerja sama tim dan etika kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Media Vietnam The Thao 247 sebut Timnas Indonesia bakal turun dengan skuad terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026. Maarten Paes hingga Jay Idzes siap bergabung.
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00