Tragedi Sungai Wiroko: Pelajar Wonogiri Tewas Tenggelam Saat Memancing
Pelajar 18 tahun tewas tenggelam di Sungai Wiroko Wonogiri saat memancing. Korban ditemukan setelah 4 jam pencarian.
Ilustrasi anak-anak/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Orang tua zaman sekarang memiliki pola asuh terhadap anak-anak yang berbeda. Mereka tak lagi “penuh ketegangan” dan cenderung mengendorkan praktik feodalisme orang tua-anak yang diterapkan di masa lalu.
Pola asuh orang tua zaman dahulu dikenal dengan istilah helicopter parenting. Pola asuh yang terlalu mengendalikan anak ini banyak memiliki dampak negatif. Anak-anak yang berasal dari orang tua yang terlalu mengendalikan cenderung berusaha keras di sekolah. Tak jarang mereka berperilaku buruk. Hal ini terungkap dalam hasil penelitian oleh para ahli di University of Minnesota.
Hasil penelitian menyatakan bila helicopter parenting dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan emosional anak yang membuat mereka kurang mampu mengendalikan diri dan mengatasi situasi sosial.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa anak-anak yang berada dalam pengasuhan drone parenting mungkin kurang mampu menghadapi tuntutan untuk bertumbuh, terutama untuk menavigasi lingkungan sekolah yang kompleks," ujar penulis utama penelitian Nicole Perry seperti yang dikutip dari Independent, belum lama ini.
Anak-anak yang sangat berada dalam kendali orang tuanya tidak dapat mengatur emosi dan perilaku mereka secara efektif untuk bertindak di ruang kelas serta memiliki kesulitan untuk mencari teman dan berjuang di sekolah.
Sebaliknya, anak-anak yang belajar untuk menangani situasi menantang tanpa campur tangan dari orang tua malah lebih sukses di kemudian hari. Hasil penelitian ini pun diterbitkan dalam jurnal Development Psychology oleh American Psychological Association.
“Anak-anak yang mengembangkan kemampuan secara efektif untuk menenangkan diri selama situasi menyedihkan dan melakukan tindakannya sendiri, lebih mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan. Temuan kami menggarisbawahi pentingnya orang tua mendukung otonomi anak supaya penanganan tantangan emosionalnya menjadi lebih baik," kata Nicole.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Pelajar 18 tahun tewas tenggelam di Sungai Wiroko Wonogiri saat memancing. Korban ditemukan setelah 4 jam pencarian.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.