Tragedi Sungai Wiroko: Pelajar Wonogiri Tewas Tenggelam Saat Memancing
Pelajar 18 tahun tewas tenggelam di Sungai Wiroko Wonogiri saat memancing. Korban ditemukan setelah 4 jam pencarian.
Busana dari tenun rang-rang kolaborasi warna merah hitam karya Laila Ayu/Harian Jogja-Maya Arina Pramudita
Harianjogja.com, JOGJA-Desainer Laila Ayu melalui brand Lavi menghadirkan koleksi busana terbaru. Delapan busana dihadirkan bergaya casual glamor.
Delapan koleksi busana tersebut ditampilkan dalam pagelaran Jogja Fashion Festival 2018 dalam sesi Ethnique Rhapsody di Atrium Plaza Ambarrukmo belum lama ini. Laila mengombinasikan kain lurik hitam dan merah dikombinasikan dengan tenun rang-rang berwarna senada.
“Warna merah itu melambangkan keberanian dan warna hitam melambangkan ketegasan yang dituangkan menjadi sebuah mahakarya dan diberi nama Full Moon,” ujar Laila kepada Harian Jogja seusai pergelaran busana.
Full Moon memiliki makna sebuah kekaguman terhadap pelestarian kain lokal original asal Indonesia yang sangat beraneka ragam dan memiliki nilai seni yang tinggi. Laila menyebut keanekaragaman itu berasal dari adanya bermacam motif, bahan dan teknik pembuatan yang masih tradisional.
“Harapannya busana ini menjad inspirasi masyarakat agar selalu dan tetap mencintai produk lokal. Saya memakai kain tradisional tenun rang-rang asli Lombok yang dominan dengan warna merah hitam dengan tenun lurik Jawa Tengah,” terangnya.
Kain tenun rang-rang merupakan salah satu kain tradisional Indonesia yang saat ini sedang tren digunakan untuk pilihan berbusana baik dalam acara resmi maupun santai, Motif kain rang-rang sangat unik yang memiliki ciri khas pada desain geometris zig zag dengan perpaduan warna yang segar dan mencolok membuat busana berbahan kain rang-rang begitu diminati.
Perpaduan motif garis lurus dan zig-zag membuat koleksi busana kali ini memiliki tampilan yang unik dan menarik. Erpaduan warna hitam dan merah juga menambah perpaduan warna yang kuat. Kain-kain tersebut kemudian diolah menjadi busana dalam bentuk long dress, dress, rok dan blouse. Delapan koleksi busana tersebut mengangkat gaya casual glamor dan ready to wear (siap pakai).
“Koleksi busana kali ini ditujukan untuk perempuan dengan usia 25-40 tahun yang menyukai style casual glamour. Busana ini bisa digunakan kberbagai acara namun saya menyarankan untuk acara seperti pesta,” terang Lavi.
Delapan koleksi busana ini menggunakan potongan sheath dress yang berarti memiliki potongan sesuai dengan lekuk tubuh. Laila membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk menyelesaikan rancangan busana kali ini.
“Proses menenun kain sampai finishing membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga bulan. Untuk proses menjahitnya kurang lebih membutuhkan waktu dua minggu saja,” katanya. Untuk menyempurnakan penampilan, koleksi busana Full Moon ini dipadukan dengan high heels dengan warna hitam agar senada dengan busana.
Pada pertengahan 2018, desainer Laila Ayu akan mengikuti fashion show yang digelar dalam acara Bali Fashion Tendance. ([email protected])
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajar 18 tahun tewas tenggelam di Sungai Wiroko Wonogiri saat memancing. Korban ditemukan setelah 4 jam pencarian.
PSBS Biak vs Arema FC berakhir 2-4 di babak pertama. Trio Brasil tampil ganas, ini jalannya laga dan susunan pemain.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Trump klaim kesepakatan dagang besar dengan Xi Jinping. China disebut beli 200 pesawat Boeing dan bahas Selat Hormuz.
Aston Villa vs Liverpool jadi laga penentuan Liga Champions. Salah comeback, ini prediksi skor dan susunan pemain.
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.