7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Busana dari tenun rang-rang kolaborasi warna merah hitam karya Laila Ayu/Harian Jogja-Maya Arina Pramudita
Harianjogja.com, JOGJA-Desainer Laila Ayu melalui brand Lavi menghadirkan koleksi busana terbaru. Delapan busana dihadirkan bergaya casual glamor.
Delapan koleksi busana tersebut ditampilkan dalam pagelaran Jogja Fashion Festival 2018 dalam sesi Ethnique Rhapsody di Atrium Plaza Ambarrukmo belum lama ini. Laila mengombinasikan kain lurik hitam dan merah dikombinasikan dengan tenun rang-rang berwarna senada.
“Warna merah itu melambangkan keberanian dan warna hitam melambangkan ketegasan yang dituangkan menjadi sebuah mahakarya dan diberi nama Full Moon,” ujar Laila kepada Harian Jogja seusai pergelaran busana.
Full Moon memiliki makna sebuah kekaguman terhadap pelestarian kain lokal original asal Indonesia yang sangat beraneka ragam dan memiliki nilai seni yang tinggi. Laila menyebut keanekaragaman itu berasal dari adanya bermacam motif, bahan dan teknik pembuatan yang masih tradisional.
“Harapannya busana ini menjad inspirasi masyarakat agar selalu dan tetap mencintai produk lokal. Saya memakai kain tradisional tenun rang-rang asli Lombok yang dominan dengan warna merah hitam dengan tenun lurik Jawa Tengah,” terangnya.
Kain tenun rang-rang merupakan salah satu kain tradisional Indonesia yang saat ini sedang tren digunakan untuk pilihan berbusana baik dalam acara resmi maupun santai, Motif kain rang-rang sangat unik yang memiliki ciri khas pada desain geometris zig zag dengan perpaduan warna yang segar dan mencolok membuat busana berbahan kain rang-rang begitu diminati.
Perpaduan motif garis lurus dan zig-zag membuat koleksi busana kali ini memiliki tampilan yang unik dan menarik. Erpaduan warna hitam dan merah juga menambah perpaduan warna yang kuat. Kain-kain tersebut kemudian diolah menjadi busana dalam bentuk long dress, dress, rok dan blouse. Delapan koleksi busana tersebut mengangkat gaya casual glamor dan ready to wear (siap pakai).
“Koleksi busana kali ini ditujukan untuk perempuan dengan usia 25-40 tahun yang menyukai style casual glamour. Busana ini bisa digunakan kberbagai acara namun saya menyarankan untuk acara seperti pesta,” terang Lavi.
Delapan koleksi busana ini menggunakan potongan sheath dress yang berarti memiliki potongan sesuai dengan lekuk tubuh. Laila membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk menyelesaikan rancangan busana kali ini.
“Proses menenun kain sampai finishing membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga bulan. Untuk proses menjahitnya kurang lebih membutuhkan waktu dua minggu saja,” katanya. Untuk menyempurnakan penampilan, koleksi busana Full Moon ini dipadukan dengan high heels dengan warna hitam agar senada dengan busana.
Pada pertengahan 2018, desainer Laila Ayu akan mengikuti fashion show yang digelar dalam acara Bali Fashion Tendance. ([email protected])
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.