Prajurit Magelang Gugur di Lebanon, Pesan Terakhir Bikin Keluarga Haru
Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur di Lebanon, pesan terakhirnya bikin keluarga haru dan TNI siapkan pemakaman militer serta kenaikan pangkat anumerta.
Jogja menjadi terasa romantis dan penuh cinta dengan penampilan Raisa, dan Tulus. Komedian Pandji Pragiwaksono melengkapi keceriaan di Grand Pacific Ballroom, Jumat (12/12) malam. Seperti apa penampilan mereka dalam Konser Sepenuh Cinta tersebut, berikut laporan wartawan Harianjogja.com, Nina Atmasari.
Lagu Terjebak Nostalgia langsung disambut teriakan ribuan penonton, saat Raisa keluar ke atas panggung. Suara merdunya bahkan tenggelam dalam koor penonton yang ikut menyanyi, berteriak sambil bertepuk tangan.
Tampil dengan mini dress berwarna hitam, dara kelahiran 6 Juni 1990 itu tampak anggun. Ciri khasnya yakni rambut panjang yang terurai membuatnya bebas mengekspresikan cintanya malam itu.
"Saya janji pada diri saya sendiri untuk enggak bikin orang yang saya sayangi sedih atau galau," katanya di sela-sela menyanyikan lagu Bye-bye.
Sebanyak 10 lagu ia bawakan malam itu, sembilan miliknya dan satu adalah All About That Bass milik Meghan Trainor. Pemilik nama lengkap Raisa Andriana itu bercerita selalu membawakan lagu tersebut di setiap konser, karena memberinya semangat.
Di setiap lagu, ia menyampaikan pesan cinta yang terkandung, di antaranya tentang sepasang kekasih yang terlalu lama berhubungan hingga terasa biasa antara mau putus atau lanjut terus, pesan pada lagu LDR.
"Ini adalah lagu terdalam..." katanya sambil tersenyum. Kembali koor penonton membuat Raisa memilih mengarahkan mikrofon ke arah ribuan orang di depannya yang mayoritas adalah anak muda.
Suasana menjadi meriah saat Pandji Pragiwaksono naik ke atas panggung. Dengan gaya khas stand up comedy, ia sukses mengocok perut penonton untuk tak berhenti tertawa.
Penyanyi Tulus melengkapi romantisme malam itu dengan sejumlah hitsnya yang bertemakan cinta. Seperti Raisa, penyanyi yang pernah bertubuh tambun ini juga menyampaikan pesan cinta dalam tiap lagunya.
"Saya ingat waktu kecil, semua panggilan untuk orang gemuk pernah saya dapatkan dari teman-teman saya, seperti beruang, gajah hingga kerbau. Sekarang menjadi motivasi saya untuk menulis lagu. Terima kasih untuk teman-teman yang saya cintai," katanya membuka pesan saat membawakan lagu Gajah.
Sejumlah lagu lain yang dibawakan yakni Baru, Diorama, Matahari, Bumerang, Teman Hidup, Sepatu, Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Sewindu dan 1000 tahun lamanya.
Direktur Mara Entertainment, Adhy Prihantoro mengungkapkan dunia pertunjukan yang memiliki pesan menjadi gerakan lembut mengajak generasi muda untuk melakukan hal-hal yang membantu sesama. Bersama konser tersebut juga didonasikan 2.500 buku untuk pendidikan di tempat terpencil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur di Lebanon, pesan terakhirnya bikin keluarga haru dan TNI siapkan pemakaman militer serta kenaikan pangkat anumerta.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.