Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Harian Jogja.com, JOGJA — Komunitas Studio Grafis Minggiran menggelar pameran bertajuk Print Parade Project # I di studio baru mereka di Gedongkiwo, Mantrijeron, Jogja. Pameran ini sekaligus penegasan jika seni grafis bukanlah yang nomor dua.
Salah satu anggota komunitas Studio Grafis Minggiran, Alexander Nawangseto menjelaskan, komunitas dibentuk oleh sejumlah mahasiswa Seni Murni Institut Seni Indonesia (ISI) pada 2001.
Studio grafis satu – satunya di Indonesia ini didirikan untuk memberi ruang bagi siapa saja terutama mereka yang menggunakan grafis sebagai pilihan dalam berkarya.
Maklum, studio ini memang dilengkapi sejumlah fasilitas untuk mendukung karya grafis salah satu adalah mesin press. Alat ini untuk memberikan kemudahan bagi seniman yang hendak memasukkan tehnik grafis berupa cetak dalam saat membuat karya.
“Alat ini [Mesin press] tidak banyak seniman yang punya karena harganya cukup mahal yakni sebesar Rp 16 juta. Bahkan saking mahalnya banyak seniman yang tidak menggunakan tehnik ini dalam berkarya,” katanya, Selasa (23/7/2013).
Seto menuturkan terbentuknya Studio Grafis Minggiran juga untuk menyosialisasikan seni grafis kepada masyarakat. Pasalnya pamor seni grafis memang masih kalah dengan seni lain.
Hal ini terlihat dari minimnya frekuensi pameran grafis di Jogja jika dibanding dengan pameran seni rupa lainnya seperti patung, dan seni lukis. Bahkan, sambung Seto banyak mahasiswa hingga seniman grafis “banting stir” dan memilih profesi lain karena grafis sudah dianggap tidak menjanjikan lagi.
“Karya grafis itu harganya murah dibanding dengan seni rupa lainnya,” bebernya.
Pameran Print Parade Project #I akan berlangsung dari 19 - 30 Juli 2013. Jumlah karya yang dipamerkan sebanyak 36 karya grafis milik 36 perupa.
Menurut panitia pameran Deni Rahman, tujuh peserta pameran itu adalah anggota dari Studio Grafis Minggiran sedangkan sisanya adalah seniman undangan. Seluruh karya yang dipamerkan, kata Deni 90% dibuat di Studio Grafis Minggiran. “Pameran ini akan menjadi agenda tahunan kami untuk memberikan ruang bagi seniman grafis,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.