Nama AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Siapa Saja?
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Harian Jogja.com, BANTUL – Pentas berjudul Sakera di Auditorium Jurusan Teater Institut Seni Indonesia (ISI) keadilan dan kejujuran.
Sakera, tokoh legenda mahsyur asal Pasuruan, Jawa Timur, dipentaskan dalam panggung teater oleh Martina Ari Saraswati, mahasiswi jurusan teater ISI, Minggu (7/7/2013), malam. Pementasan ini sekaligus menjadi salah satu syarat kelulusan Martina guna meraih gelar Sarjana Teater.
Martina sengaja memilih cerita Sakera, sebagai tugas akhir, karena ia lahir dan besar di Pasuruan, Jawa Timur. "Walaupun sejatinya Sakera ini banyak dikenal sebagai pahlawan dari Madura, ternyata tokoh ini juga seorang pahlawan Pasuruan," katanya.
Asal nama Sakera ternyata sebelumnya ialah Sagiman, yang memiliki seorang saudara satu Bapak beda Ibu yaitu Semodi.
Kisah sakera ini di pentaskan dengan mengangkat spirit Teater Tradisi, di awali dengan tari Remo, kemudian kisah dimulai dengan dialog Dalang cerita yang mengisahkan asal mula Sakera.
Kisah berlatar belakang tahun 1860-an ini menggambarkan kehidupan saat penjajahan Belanda. Di sampan Madura ada dua orang kakak beradik yang bernama Karsa dan Karso, kemudian mereka bertemu dengan sahabatnya seorang dari Belanda yaitu Tuan Antonipa.
Di saat Tuan Antonipa hendak pulang ke Belanda, ia memberikan kenang-kenangan kepada Karsa Bouman berupa senjata api, sementara untuk Karso sebuah celurit. Kemudian Karso menikah, dan memiliki anak Sagiman dan Semodin, sementara Karsa tidak memiliki istri sampai ajal menjemputnya, sehingga Karsa mewariskan Bouman kepada Karso.
Ketika Sagiman dan Semodin hendak merantau ke Pasuruan, Karso kemudian mewariskan Bouman Pada Semodin dan Celurit pada Sagiman. Di perantauan Sagiman menemukan jodohnya, Leginter. Mereka menikah, namun saat Leginter hamil, kondisi ekonomi Sagiman merosot. Saat itu, pekerjaan Sagiman adalah Kek Cikar atau kernet.
Sagiman mengucapkan Sumpahnya. Jika anaknya lahir perempuan akan diberi nama Samirah yang artinya Sengsara, dan jika yang lahir laki-laki di beri nama Sakera. Namun anak mereka lahir tanpa tangisan dan meninggal dunia. Sejak saat itu, kondisi ekonomi Sagiman mulai membaik dan orang-orang memanggilnya dengan sebutan Pak Sakera, yang bekerja sebagai buruh angkut di Bangil Pasuruan.
Sakera sangat menjunjung tinggi keadilan dan kejujuran, bahkan Sakera tidak segan-segan membunuh orang-orang yang tidak berbuat adil terhadap kemanusiaan.
“Peristiwa Sakera mengajarkan pada penonton bagaimana seorang Sakera yang membela keadilan dan kejujuran untuk rakyat. Bahkan ia rela membunuh keponakannya sendiri karena sombong tahan bacok, dan suka memperkosa, karena ia tidak ingin keturunan keluarga Sakera tercemar namanya,” ucap Martina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.
DPRD Sleman mendorong perbaikan data desil dibuka berkala agar perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat tercermin dalam data.
Banjir bandang Nepal-China menewaskan 1.280 orang dan membuat lebih dari 5.620 orang hilang. Operasi pencarian memasuki pekan kedua.
Dampak bullying dapat terbawa hingga sekolah baru. SIKOMHATI.ID diterapkan di SMK YPKK Tepus untuk memperkuat empati dan komunikasi siswa.
BPBD Temanggung telah menyalurkan 113 tangki air bersih ke 29 dusun di 19 desa yang tersebar di 10 kecamatan.