Bima Ayman Modjo Debut Musik, Duta Sheila on 7 Jadi Produser

Jumali
Jumali Selasa, 27 Oktober 2026 13:57 WIB
Bima Ayman Modjo Debut Musik, Duta Sheila on 7 Jadi Produser

Bima Ayman Modjo/ embassy records

Harianjogja.com, JOGJA—Bima Ayman Modjo, putra vokalis Sheila on 7, Akhdiyat Duta Modjo, mulai menapaki industri musik lewat single debut berjudul Rindu yang Lirih. Lagu yang dirilis pada 23 Oktober 2026 di bawah naungan Embassy Records itu menjadi langkah awal Bima untuk memperkenalkan sisi kreatifnya di luar dunia olahraga.

Selama ini, Bima dikenal sebagai atlet bulu tangkis. Namun, ketertarikannya terhadap musik mendorongnya untuk menuangkan gagasan dan keresahan pribadi ke dalam sebuah karya.

Single Rindu yang Lirih mengusung musik pop dengan sentuhan synthesizer. Liriknya bercerita tentang kerinduan terhadap masa lalu yang beriringan dengan rasa takut akan kemungkinan terulangnya luka lama.

Duta Sheila on 7 Terlibat dalam Proses Produksi

Dalam menggarap karya perdananya, Bima mendapat kesempatan berkolaborasi langsung dengan sang ayah. Duta Sheila on 7 terlibat dalam pengembangan materi hingga proses produksi lagu tersebut.

Berdasarkan informasi dalam naskah sumber, lagu ini berawal dari tulisan yang dibuat Bima ketika mengisi waktu senggang. Ia kemudian memperlihatkan tulisannya kepada Duta sebelum keduanya mengembangkan materi melalui sesi lokakarya di Embassy Studio, Yogyakarta.

Duta bertindak sebagai produser sekaligus rekan penulisan lagu bagi putranya. Kolaborasi tersebut memberi Bima kesempatan untuk mengenal proses penciptaan lagu dan produksi musik secara lebih mendalam.

Meski tumbuh dengan sosok ayah yang telah lama berkarier di industri musik Indonesia, Bima memulai debutnya dari tulisan dan gagasannya sendiri. Rindu yang Lirih pun menjadi ruang baginya untuk membangun identitas sebagai musisi.

Makna Lagu Rindu yang Lirih

Melalui Rindu yang Lirih, Bima mengangkat pergulatan seseorang yang masih menyimpan kenangan tentang hubungan di masa lalu. Ada keinginan untuk kembali bertemu, tetapi keinginan tersebut tertahan oleh keraguan dan ketakutan menghadapi luka yang sama.

Nuansa melankolis dalam musik berpadu dengan lirik tentang usaha menata hati dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa. Tokoh dalam lagu itu berusaha berdamai dengan perasaan yang belum sepenuhnya hilang, sembari berharap dapat kembali membuka diri pada masa mendatang.

Lagu ini juga menyoroti bahwa menghadapi perasaan yang tidak nyaman membutuhkan proses. Seseorang dapat berusaha menemukan jalan keluar, tetapi tetap perlu belajar menerima keadaan ketika sesuatu tidak bisa dipaksakan.

Musik Menjadi Bagian dari Keseharian Bima

Di tengah kesibukannya sebagai atlet bulu tangkis, musik telah menjadi bagian dari keseharian Bima. Ia terbiasa mendengarkan lagu sebelum latihan maupun pertandingan untuk menjaga suasana hati dan membangkitkan semangat.

Kebiasaan tersebut kemudian berkembang menjadi keinginan untuk mengekspresikan diri melalui karya sendiri. Debut lewat Rindu yang Lirih menjadi langkah awal Bima memperkenalkan sisi lain dirinya kepada publik, tanpa meninggalkan aktivitasnya sebagai atlet.

Video lirik resmi lagu tersebut juga telah tersedia melalui kanal YouTube Bima Ayman Modjo. Melalui single perdananya, Bima memulai perjalanan di industri musik dengan membawa pengalaman dan gagasannya sendiri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online