Gala Dinner Kulinarea 2026 Coba Merawat Menu Kuliner Mataram

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Senin, 10 Agustus 2026 00:27 WIB
Gala Dinner Kulinarea 2026 Coba Merawat Menu Kuliner Mataram

Menu kuliner era Kerajaan Mataram hadir sebagai jamuan dalam gala dinner Kulinerarea 2026, Minggu (9/8/2026). - Harian Jogja/Ist

Harianjogja.com, SLEMAN—Gala Dinner bertajuk Seribu Tahun Dapur Mataram menjadi satu rangkaian penutup Kulinarea 2026 A Symphony of Nusantara Flavor yang hadir untuk merawat beragam kuliner warisan era Kerajaan Mataram.

Dalam gala dinner yang digelar di Wisma Kagama, Minggu (9/8/2026), Kulinarea digadang-gadang jadi momentum penting bagi pelaku kuliner, akademisi, pemerintah daerah dan masyarakat untuk menegaskan komitmen dalam melestarikan sekaligus mengembangkan warisan gastronomi Nusantara sebagai bagian dari identitas budaya dan penggerak ekonomi kreatif.

Ketua Penyelenggara, Sumartoyo, menyampaikan Kulinarea bukan sekadar pesta kuliner melainkan wadah ekosistem yang melibatkan jasa boga, usaha mikro kecil menengah, akademisi sampai industri kreatif.

“Kuliner Nusantara jadi benang merah yang menyatukan sejarah, budaya, dan kreativitas masyarakat. Semoga ekosistem kuliner, F&B dan budaya Nusantara terus berjalan dan berkembang,” ujarnya dalam gala dinner, Minggu.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kulonprogo Ifah Mufidati SHMM, Ketua DPP Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) DIY Sri Wahyuni Dewi, Direktur Utama Badan Pelaksana Otoritas Borobudur Yusuf Hartanto, serta Wakil Ketua Umum DPP PPJI Tata Indriyana.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Bantul menerima penghargaan bergengsi yang diserahkan langsung Kepala Balai Kebudayaan Wilayah 13 Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Riris Purnamasari.

Penyerahan penghargaan ini menegaskan bahwa pelestarian kuliner telah masuk ke ranah kebudayaan, bukan sekadar urusan pariwisata atau perdagangan. “Pelestarian kuliner ini sudah menyangkut eksistensi bangsa. Mudah-mudahan kebudayaan Indonesia terus maju,” ujar Riris Purnamasari.

Selain Bantul, Kabupaten Kulonprogo juga mendapat apresiasi atas visi kuat dan keberpihakan dalam menggerakkan ekosistem kuliner mikro lokal, antara lain dawet sambal dan kopi Roro.

Selain menghadirkan hidangan khas, Gala Dinner ini juga menjadi ajang kolaborasi antara chef profesional dari Jakarta, akademisi, pelajar, serta pelaku UMKM lokal. Dukungan dari mitra perbankan, perusahaan swasta, dan pemerintah daerah semakin memperkuat penyelenggaraan acara yang direncanakan berlangsung rutin setiap tahun.

“Tanpa keberanian untuk memulai, orang tidak akan tahu kekurangan yang perlu diperbaiki. Semoga ekosistem kuliner, F&B, dan budaya Nusantara terus berjalan dan berkembang,” ucap Sumartoyo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis