Efek Piala Dunia 2026 Bikin Streaming Lagu Bieber Melejit 110 Persen

Jumali
Jumali Jum'at, 24 Juli 2026 09:37 WIB
Efek Piala Dunia 2026 Bikin Streaming Lagu Bieber Melejit 110 Persen

Justin Bieber. /Istimewa-Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Pertunjukan paruh waktu Final Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi jutaan penonton di seluruh dunia, tetapi juga memberikan keuntungan besar bagi para musisi yang tampil di atas panggung.

Data terbaru dari Luminate-perusahaan data dan analitik industri yang memberikan wawasan tentang perubahan perilaku di kalangan pendengar musik menunjukkan bahwa sejumlah lagu yang dibawakan selama pertunjukan mengalami lonjakan jumlah streaming global dalam waktu singkat setelah acara berlangsung.

Fenomena tersebut kembali menegaskan bahwa panggung olahraga terbesar dunia kini juga menjadi sarana promosi yang sangat efektif bagi industri musik internasional.

Pada final Piala Dunia 2026 yang berlangsung Minggu (19/7/2026), sejumlah nama besar seperti Madonna, Justin Bieber, BTS, hingga Shakira tampil membawakan versi singkat dari lagu-lagu andalan mereka.

Tak lama setelah pertunjukan berakhir, minat pendengar terhadap lagu-lagu tersebut langsung meningkat. Banyak penonton yang kembali mencari dan memutar lagu yang mereka dengarkan saat acara berlangsung.

Untuk mengukur dampaknya, Luminate membandingkan jumlah streaming global dua hari sebelum final berlangsung, yakni pada Jumat dan Sabtu, dengan data pada hari pertandingan dan sehari setelahnya, yaitu Minggu dan Senin.

Hasilnya menunjukkan peningkatan yang cukup mencolok pada hampir seluruh lagu yang tampil dalam pertunjukan paruh waktu tersebut.

Justin Bieber menjadi salah satu musisi yang menikmati lonjakan terbesar. Lagu “Everything Hallelujah” mencatat kenaikan streaming global hingga 110 persen.

Sebelum final berlangsung, lagu tersebut diputar sekitar 592.000 kali. Setelah penampilannya di panggung Final Piala Dunia, jumlah streaming melonjak menjadi sekitar 1,25 juta kali.

Madonna juga merasakan dampak positif serupa. Lagu “Music” yang dibawakannya mengalami peningkatan streaming sebesar 66 persen.

Jumlah pemutaran lagu tersebut naik dari sekitar 193.000 menjadi 321.000 streaming global hanya dalam kurun waktu yang singkat setelah pertunjukan berlangsung.

Sementara itu, BTS kembali membuktikan kekuatan basis penggemarnya di seluruh dunia. Lagu “Dynamite” mengalami peningkatan streaming sebesar 43 persen.

Sebelum final Piala Dunia digelar, lagu tersebut mencatat sekitar 2,14 juta streaming. Setelah tampil dalam pertunjukan paruh waktu, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 3,05 juta streaming global.

Lonjakan juga terjadi pada lagu tema resmi Piala Dunia 2026, “Dai Dai”, yang dibawakan Shakira bersama Burna Boy.

Lagu tersebut memperoleh tambahan sekitar 3,48 juta streaming baru secara global. Secara keseluruhan, jumlah pemutaran meningkat 24 persen dari 14,78 juta menjadi 18,27 juta streaming.

Khusus di pasar Amerika Serikat, performa “Dai Dai” bahkan lebih impresif. Streaming lagu tersebut meningkat 52 persen, dari sekitar 1,68 juta menjadi 2,55 juta pemutaran.

Menurut Luminate, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penampilan langsung di acara berskala global masih memiliki pengaruh besar terhadap perilaku pendengar musik.

Menariknya, efek yang muncul tidak merata terhadap seluruh katalog lagu para artis. Lonjakan terbesar justru terjadi pada lagu-lagu yang secara langsung dibawakan di atas panggung selama pertunjukan paruh waktu.

Temuan ini menunjukkan bahwa eksposur yang diperoleh dari acara besar lebih efektif meningkatkan popularitas lagu tertentu dibandingkan keseluruhan karya seorang musisi.

Fenomena serupa sebelumnya juga terlihat pada pertunjukan paruh waktu Super Bowl. Luminate mencatat bahwa sejumlah musisi pernah menikmati kenaikan streaming yang sangat signifikan setelah tampil dalam acara tersebut.

Salah satu contohnya adalah Bad Bunny. Setelah tampil di Super Bowl, streaming katalog lagunya di Amerika Serikat dilaporkan melonjak hingga 175 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa perpaduan antara olahraga dan musik kini menjadi strategi yang sangat efektif untuk menjangkau audiens dalam skala global.

Bagi industri musik, tampil di panggung acara olahraga terbesar bukan sekadar soal hiburan, melainkan juga peluang memperluas jangkauan pendengar dan meningkatkan konsumsi musik secara digital.

Sementara bagi para penggemar, momen tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menikmati lagu-lagu favorit mereka atau bahkan menemukan karya yang sebelumnya belum pernah mereka dengarkan.

Lonjakan streaming setelah Final Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia olahraga dan industri musik masih memiliki daya tarik yang sangat kuat. Di tengah persaingan platform digital yang semakin ketat, panggung dengan jutaan penonton tetap menjadi salah satu alat promosi paling efektif bagi para musisi dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online