Iran Serang Pangkalan Militer AS di Yordania dan Kuwait
IRGC mengklaim meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Yordania dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS.
Afgan membuka konser Retrospektif di Jakarta untuk merayakan 18 tahun karier musiknya melalui konsep grand symphonic universe. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Penyanyi Afgan mengajak para penggemarnya menengok kembali perjalanan karier bermusik yang telah ditempuh selama hampir dua dekade melalui konser Retrospektif: The Concert yang digelar di Jakarta, Sabtu. Pertunjukan tersebut menjadi perayaan 18 tahun kiprah Afgan di industri musik Indonesia sekaligus menghadirkan pengalaman musikal yang memadukan orkestra, visual, dan narasi dalam satu panggung.
Di hadapan penonton, Afgan menjelaskan makna di balik tema Retrospektif yang diusung dalam konser tersebut.
"Artinya adalah melihat kembali perjalanan yang sudah kita lewat selama ini. Bukan untuk mengulang kembali, tapi melihat berapa jauh kita melangkah," katanya saat menyapa penggemar dalam konser "Retrospektif" di Jakarta, Sabtu.
Dibuka dengan Lagu Misteri Dunia
Afgan mengawali penampilannya dengan membawakan "Misteri Dunia", lagu yang menjadi salah satu trek dalam album ketujuhnya, Retrospektif.
Mengenakan jaket atau outer berwarna kuning yang dipadukan dengan celana berwarna gelap, Afgan membuka konser dengan lagu yang dirilis pada November 2025 tersebut.
Suasana konser kemudian berlanjut lewat penampilan lagu "Silakan", yang disampaikan sebagai ajakan untuk melepaskan hubungan yang tidak sehat (toxic) dan membuka lembaran baru dengan lebih bahagia.
Deretan Lagu Warnai Konser
Setelah itu, Afgan melanjutkan penampilannya dengan lagu "Knock Me Out" yang dirilis pada 2016 dan masih menjadi bagian dari rangkaian konser Retrospektif.
Lagu tersebut kemudian disusul dengan penampilan "Sebentar", yang semakin menghidupkan suasana konser.
Usung Konsep Grand Symphonic Universe
Konser Retrospektif: The Concert dirancang sebagai perayaan perjalanan panjang Afgan di industri musik Tanah Air.
Pertunjukan ini mengusung konsep grand symphonic universe, yakni perpaduan antara musik, visual, dan alur cerita yang disajikan dalam satu pengalaman pertunjukan.
Untuk memperkuat kualitas musikal, konser juga didukung puluhan pemain orkestra serta Paduan Suara Paragita.
Momen Refleksi Perjalanan Karier
Bagi Afgan, konser tersebut memiliki makna yang sangat personal karena menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan karier yang telah membentuk dirinya sebagai musisi.
Melalui Retrospektif, ia tidak hanya mengajak penggemar menikmati deretan lagu yang mewarnai perjalanan musiknya, tetapi juga berbagi kisah tentang proses panjang yang telah dilalui selama 18 tahun berkarya di industri musik Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IRGC mengklaim meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Yordania dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 19 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 19 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Ibrahima Konate menegaskan Prancis akan berjuang habis-habisan menghadapi Inggris demi membawa pulang medali perunggu Piala Dunia 2026.
KKP melatih 5.153 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih guna menyiapkan SDM profesional untuk mengelola kawasan ekonomi pesisir.
Departemen Kehakiman AS menyatakan aturan yang mewajibkan penghapusan TikTok dari perangkat pemerintah federal tidak lagi berlaku untuk versi terbaru aplikasi.