KPK Ungkap OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Terkait Proyek Dinas PUTR
KPK mengungkap OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena terkait dugaan korupsi proyek Dinas PUTR, termasuk pembangunan jalan.
Ilustrasi - Seseorang mengalami sakit kepala. ANTARA/Pexels-Andrea Piacquadio/am.
Harianjogja.com, JAKARTA — Stroke tidak selalu datang dengan gejala yang mudah dikenali. Dalam banyak kasus, tanda awal justru kerap dianggap sepele, sehingga membuat penderita terlambat mendapatkan penanganan medis.
Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), mengungkapkan salah satu gejala stroke yang sering tidak disadari adalah vertigo atau pusing berputar yang muncul secara tiba-tiba.
Menurutnya, vertigo memang tidak selalu identik dengan stroke. Namun, jika kondisi tersebut terjadi mendadak, terutama pada seseorang yang memiliki faktor risiko penyakit pembuluh darah, maka perlu diwaspadai sebagai salah satu indikasi awal stroke.
“Tidak semua vertigo itu stroke, tetapi jika muncul tiba-tiba dan disertai faktor risiko, itu bisa mengarah ke gejala stroke,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Stroke sendiri merupakan penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran darah di pembuluh darah otak. Kondisi ini bersifat mendadak dan dapat menimbulkan berbagai gangguan fungsi tubuh dalam waktu singkat.
Selain vertigo, gangguan penglihatan juga menjadi gejala yang kerap luput dari perhatian. Penderita bisa mengalami pandangan kabur, gelap secara tiba-tiba, atau kesulitan melihat sebagian area lapang pandang.
Gejala tersebut sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa atau pusing ringan, sehingga penanganan menjadi terlambat.
“Banyak yang mengira hanya kelelahan atau pusing biasa, padahal itu bisa menjadi tanda awal stroke,” jelasnya.
Untuk memudahkan deteksi dini, secara internasional dikenal metode F-A-S-T (Face, Arm, Speech, Time). Metode ini menekankan pada perubahan wajah yang tidak simetris, kelemahan pada lengan, gangguan bicara, serta pentingnya penanganan cepat.
Sementara di Indonesia, masyarakat juga dikenalkan dengan istilah “SeGeRa Ke RS”. Tanda-tandanya meliputi senyum tidak simetris, gerak tubuh melemah mendadak, bicara pelo, kebas di salah satu sisi tubuh, gangguan penglihatan, hingga sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.
Dokter menegaskan, kunci utama dalam menangani stroke adalah kecepatan. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otak yang lebih parah.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan gejala sekecil apa pun yang muncul secara mendadak.
“Jika ada perubahan mendadak, terutama pada wajah, bicara, atau gerakan tubuh, segera ke rumah sakit. Itu bisa menjadi tanda stroke,” tegasnya.
Dengan mengenali gejala sejak dini, risiko komplikasi serius akibat stroke dapat ditekan dan peluang pemulihan pasien menjadi lebih besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mengungkap OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena terkait dugaan korupsi proyek Dinas PUTR, termasuk pembangunan jalan.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Selasa 22 September. Indonesia tampil di 17 cabor, termasuk bulu tangkis beregu putra dan putri.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran Bupati Solok. Kantor PUPR, kesehatan, BKD hingga DPRD terdampak, warga juga dievakuasi.
Lebih dari 1.600 karyawan Apple Italia mogok kerja saat peluncuran iPhone 18 Pro. Serikat pekerja menuntut perbaikan kondisi kerja.