Kamis Pahing 4 Juni 2026, Weton Ini Disebut Perlu Lebih Berhati-hati

Jumali
Jumali Kamis, 04 Juni 2026 07:47 WIB
Kamis Pahing 4 Juni 2026, Weton Ini Disebut Perlu Lebih Berhati-hati

Primbon/Pixabay

Harianjogja.com, JOGJA— Tanggal 4 Juni 2026 bertepatan dengan Kamis Pahing dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan perhitungan primbon yang masih digunakan sebagian masyarakat sebagai bagian dari tradisi budaya, hari tersebut memiliki neptu 17 yang berasal dari penjumlahan nilai Kamis dan pasaran Pahing.

Dalam perhitungan primbon Jawa, Kamis memiliki nilai neptu 8, sedangkan Pahing bernilai 9. Dengan demikian, total neptu pada Kamis Pahing mencapai 17.

Sejumlah referensi primbon menyebutkan bahwa terdapat beberapa weton yang dianggap kurang selaras dengan energi Kamis Pahing. Weton yang sering disebut memiliki kecocokan lebih rendah antara lain Selasa Legi dengan neptu 8, Selasa Wage dengan neptu 7, dan Rabu Wage dengan neptu 11.

Kepercayaan mengenai weton merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang berkembang dari pengalaman dan pengetahuan masyarakat pada masa lalu dalam memahami siklus kehidupan. Tradisi ini kerap digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan waktu pelaksanaan berbagai kegiatan, seperti hajatan, pernikahan, hingga memulai usaha.

Meski demikian, sejumlah kalangan akademisi dan budayawan menilai weton lebih tepat dipahami sebagai bagian dari kearifan budaya daripada penentu nasib seseorang. Perhitungan weton dapat dijadikan sarana refleksi diri dan pelestarian tradisi, bukan sebagai patokan mutlak dalam mengambil keputusan.

Dalam tradisi Jawa, terdapat sejumlah anjuran yang kerap dilakukan oleh masyarakat ketika menghadapi hari yang dianggap kurang selaras dengan wetonnya. Misalnya dengan meningkatkan doa, memperbanyak sedekah, mempersiapkan segala sesuatu secara matang sebelum bepergian, serta meminta nasihat kepada orang tua atau sesepuh keluarga.

Adapun perhitungan neptu dalam kalender Jawa didasarkan pada nilai setiap hari dan pasaran. Hari Minggu memiliki nilai 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9. Sementara pasaran Legi bernilai 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.

Nilai hari dan pasaran tersebut kemudian dijumlahkan untuk menentukan neptu weton seseorang. Hasil perhitungan itulah yang digunakan dalam berbagai tradisi primbon Jawa untuk membaca kecocokan hari maupun momentum tertentu.

Di tengah perkembangan masyarakat modern, keputusan penting tetap perlu didasarkan pada pertimbangan rasional, komunikasi yang baik, perencanaan matang, serta tanggung jawab pribadi. Weton dapat dipahami sebagai salah satu bentuk kekayaan budaya Jawa yang masih hidup dan diwariskan lintas generasi

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online