Acer Rilis Kacamata Pintar AR & AI, Ini Harga dan Fiturnya
Acer luncurkan kacamata pintar AR Vision GR0 dan GI0. Bisa nonton layar 172 inci hingga terjemahan real-time.
Teh Herbal - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Kebiasaan minum teh sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, baik untuk memulai hari maupun sekadar melepas penat di sore hari. Namun, tahukah Anda bahwa waktu minum teh ternyata berpengaruh besar terhadap manfaat yang dirasakan tubuh?
Ahli gizi dari Marengo Asia Hospitals, Parul Yadav, mengungkapkan bahwa konsumsi teh di pagi dan sore hari memiliki efek yang berbeda, tergantung jenis teh dan kondisi tubuh masing-masing.
Menurutnya, teh di pagi hari dapat menjadi “booster” alami untuk meningkatkan energi dan fokus. Kandungan kafein dalam teh seperti teh hitam atau chai membantu tubuh lebih waspada setelah bangun tidur. Selain itu, teh hijau yang kaya antioksidan juga berperan dalam mendukung metabolisme serta menjaga kesehatan jantung.
Namun, ada catatan penting. Mengonsumsi teh terlalu pekat saat perut kosong bisa memicu rasa tidak nyaman di lambung. Oleh karena itu, minum teh sebaiknya disertai sarapan atau camilan ringan agar manfaatnya lebih optimal tanpa efek samping.
“Teh pagi sangat baik untuk meningkatkan kewaspadaan dan membantu metabolisme, tetapi harus dikonsumsi dengan bijak,” ujar Parul dikutip dari Antara, Rabu (3/6/2026).
Tak hanya itu, teh herbal seperti jahe atau lemon juga bisa menjadi pilihan di pagi hari karena membantu sistem pencernaan sekaligus menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Berbeda dengan pagi hari, teh sore lebih berfungsi sebagai sarana relaksasi. Setelah seharian beraktivitas, tubuh membutuhkan waktu untuk menenangkan diri. Di sinilah teh herbal tanpa kafein menjadi pilihan terbaik.
Beberapa jenis teh yang direkomendasikan antara lain chamomile, peppermint, lavender, hingga tulsi atau kemangi suci. Teh chamomile dikenal mampu meningkatkan kualitas tidur, sementara peppermint membantu meredakan gangguan pencernaan seperti perut kembung.
“Untuk sore atau malam, hindari teh berkafein karena bisa membuat tubuh tetap terjaga dan memicu kegelisahan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Parul menekankan bahwa tidak ada satu aturan baku yang berlaku untuk semua orang. Waktu terbaik minum teh sangat bergantung pada gaya hidup, toleransi terhadap kafein, serta tujuan kesehatan masing-masing individu.
Jika membutuhkan energi tambahan dan fokus, teh pagi adalah pilihan tepat. Namun jika ingin bersantai dan mendapatkan tidur yang lebih berkualitas, teh herbal di sore atau malam hari lebih dianjurkan.
Yang tak kalah penting, konsumsi teh harus tetap dalam batas wajar. Minum teh berlebihan justru bisa memicu dehidrasi, meningkatkan asam lambung, hingga mengganggu pola tidur.
Dengan memahami waktu dan jenis teh yang tepat, minuman sederhana ini bisa menjadi bagian dari rutinitas sehat yang memberikan manfaat optimal bagi tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Acer luncurkan kacamata pintar AR Vision GR0 dan GI0. Bisa nonton layar 172 inci hingga terjemahan real-time.
Program droping air di Gunungkidul belum berjalan meski anggaran siap. Penyaluran baru dimulai Juli–Agustus 2026.
Empat anggota TNI dituntut 2,5 tahun penjara atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
KSP Dudung ungkap dugaan jual beli dapur MBG jadi alasan pencopotan Kepala BGN. Presiden ingin program bebas penyimpangan.
Pemerintah pastikan pajak UMKM tidak naik. Tarif 0% hingga 0,5% kini berlaku permanen untuk memberi kepastian usaha.
Fenomena api misterius di Seyegan Sleman sudah muncul 87 kali dalam 12 hari. Api membakar perabot hingga mulai merembet ke area lain.