Sertifikat Haji Digital Kini Bisa Diunduh Lewat Nusuk

Jumali
Jumali Senin, 01 Juni 2026 04:17 WIB
Sertifikat Haji Digital Kini Bisa Diunduh Lewat Nusuk

Ilustrasi Ibadah Haji - StockCake

Harianjogja.com, JOGJA—Kabar baik datang bagi jemaah haji yang telah menuntaskan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pemerintah Arab Saudi resmi menerbitkan sertifikat haji digital untuk musim 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai bukti bahwa jemaah telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, mulai dari rukun, wajib, hingga larangan ihram.

Dokumen digital ini terintegrasi dalam layanan berbasis teknologi melalui platform Kartu Nusuk, yang menjadi identitas digital utama jemaah selama berada di Makkah dan Madinah. Sebelumnya, Kartu Nusuk juga berfungsi sebagai akses layanan peribadatan dan telah disebut sebagai “paspor digital” jemaah haji.

Melalui pengembangan terbaru, platform tersebut kini menjadi pintu utama untuk mengunduh sertifikat haji digital. Dokumen ini juga tersedia dalam berbagai bahasa, yakni Arab, Inggris, Prancis, Turki, Urdu, Persia, dan Bahasa Malaysia, yang memiliki kedekatan dengan Bahasa Indonesia.

Proses pengunduhan sertifikat dibuat sederhana agar dapat diakses oleh seluruh jemaah dari berbagai usia. Jemaah cukup memindai kode QR atau barcode yang tersedia pada Kartu Nusuk, baik dalam bentuk fisik maupun digital, menggunakan kamera ponsel pintar.

Setelah halaman Nusuk terbuka, pengguna dapat memilih bahasa tampilan untuk memudahkan navigasi. Selanjutnya, jemaah dapat mengakses menu “View Certificate” untuk melihat dokumen sertifikat haji mereka.

Pada tahap berikutnya, pengguna dapat memilih opsi “Certificate Language” untuk mengganti bahasa dokumen sesuai kebutuhan. Untuk melihat pratinjau, tersedia fitur “Preview Certificate” yang memungkinkan jemaah menampilkan dokumen sebelum menyimpannya.

Sertifikat juga dapat disimpan dalam bentuk gambar melalui tangkapan layar. Sementara bagi jemaah yang ingin menyimpan dokumen resmi, tersedia opsi “Download PDF” untuk mengunduh file dengan kualitas tinggi yang bisa dicetak atau disimpan sebagai arsip pribadi.

Akses sertifikat ini tetap dapat dilakukan baik saat jemaah masih berada di Arab Saudi maupun setelah kembali ke tanah air, dengan syarat akun Nusuk tetap aktif.

Transformasi layanan digital ini merupakan bagian dari pengembangan berkelanjutan dalam kerangka Saudi Vision 2030. Saat ini, platform Nusuk tidak hanya menyediakan layanan visa dan identitas digital, tetapi juga lebih dari 120 layanan terintegrasi yang melibatkan puluhan lembaga pemerintah dan mitra swasta.

Fitur lain yang tersedia mencakup peta real-time, informasi kepadatan lokasi, notifikasi kerumunan, hingga asisten virtual berbasis kecerdasan buatan. Selain itu, jemaah yang kehilangan kartu fisik tetap dapat mengakses versi digital Kartu Nusuk melalui aplikasi resmi kapan saja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online