DPRD Kabupaten Magelang Setujui Raperda Perubahan APBD 2026
Rapat paripurna dibuka dan terbuka untuk umum, agenda paripurna kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Magelang
Penyakit Alzheimer. - ist/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA – Telur yang selama ini sering diperdebatkan karena kandungan kolesterolnya, kini kembali menjadi sorotan setelah sebuah studi terbaru menunjukkan potensi manfaatnya bagi kesehatan otak, khususnya dalam menurunkan risiko penyakit Alzheimer.
Dilansir dari AOL, penelitian yang dilakukan oleh Loma Linda University Health dan dipublikasikan dalam Journal of Nutrition tersebut menggunakan data dari Adventist Health Study-2 yang berlangsung pada periode 2008 hingga 2020. Dalam studi ini, peneliti memantau 39.498 lansia dengan rata-rata masa pengamatan mencapai 15,3 tahun.
Selama periode penelitian, tercatat 2.858 kasus Alzheimer. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi konsumsi telur dengan penurunan risiko penyakit tersebut.
Kelompok yang mengonsumsi telur satu hingga tiga kali per bulan atau sekitar satu kali per minggu diketahui memiliki risiko Alzheimer 17 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi telur. Penurunan risiko meningkat menjadi 20 persen pada kelompok yang mengonsumsi telur dua hingga empat kali per minggu. Sementara itu, konsumsi lima kali atau lebih per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko hingga 27 persen.
Para peneliti menjelaskan bahwa manfaat tersebut diduga berasal dari kandungan nutrisi penting dalam telur. Kolin, misalnya, berperan dalam pembentukan asetilkolin yang penting bagi fungsi memori dan komunikasi antar sel saraf. Selain itu, lutein dan zeaxanthin yang terdapat dalam telur diketahui dapat membantu melindungi otak dari stres oksidatif serta mendukung fungsi kognitif.
Kuning telur juga mengandung fosfolipid, DHA, vitamin B12, hingga asam amino seperti triptofan yang berkontribusi pada kesehatan sistem saraf. Kekurangan beberapa nutrisi tersebut kerap ditemukan pada pasien Alzheimer.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Temuan tersebut hanya menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi telur dan risiko Alzheimer yang lebih rendah.
“Penelitian mendukung telur sebagai bagian dari diet sehat,” ujar Jisoo Oh, DrPH, MPH, profesor epidemiologi di Loma Linda University School of Public Health sekaligus penulis utama studi tersebut.
Peneliti juga mencatat adanya keterbatasan, seperti data pola makan yang hanya diambil pada awal penelitian serta kemungkinan faktor lain yang memengaruhi hasil, termasuk perubahan pola makan akibat gejala awal demensia yang belum terdiagnosis.
Dengan demikian, konsumsi telur tetap disarankan sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan sebagai satu-satunya metode pencegahan Alzheimer. Namun, temuan ini memberikan perspektif baru bahwa telur tidak selalu harus dihindari, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan dalam konteks gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rapat paripurna dibuka dan terbuka untuk umum, agenda paripurna kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Magelang
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 22 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.