Kenali 4 Perubahan yang Bisa Menjadi Tanda Masalah Kesehatan Mental
Psikolog Efnie Indrianie menjelaskan empat perubahan yang bisa menjadi tanda masalah kesehatan mental dan kapan seseorang perlu mencari bantuan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia, Semiarto Aji Purwanto, menilai keinginan masyarakat untuk tetap terlihat mapan meski sedang berhemat berkaitan erat dengan dorongan untuk diterima dalam kelompok sosial tertentu atau “join the club”.
Menurutnya, pola konsumsi masyarakat saat ini tidak lagi semata-mata didorong oleh kebutuhan, tetapi juga keinginan untuk menunjukkan identitas dan status sosial.
“Motivasi kita membeli itu bukan untuk memenuhi kebutuhan, tetapi agar kita bisa masuk ke dalam klub tertentu,” ujarnya.
Konsumsi Jadi Simbol Status Sosial
Semiarto menjelaskan konsumsi kini telah berkembang menjadi “bahasa sosial” yang menunjukkan posisi seseorang dalam lingkungan pergaulan.
Ia mencontohkan fenomena penggunaan produk tertentu secara konsisten, seperti ekosistem Apple—mulai dari iPhone hingga MacBook—yang kemudian membentuk identitas sosial tersendiri di masyarakat.
“Misalnya pengguna Apple. HP-nya iPhone, laptop-nya MacBook, semuanya serba Apple. Itu Apple boy, Apple girl,” katanya.
Menurutnya, simbol-simbol konsumsi tersebut menjadi cara untuk menyampaikan pesan bahwa seseorang berada dalam kondisi ekonomi yang baik.
Tetap Nongkrong Meski Dikurangi
Dalam praktiknya, banyak orang tetap mempertahankan gaya hidup tertentu meskipun mulai menekan pengeluaran di sisi lain.
Contohnya, aktivitas nongkrong di kafe tetap dilakukan, tetapi dengan frekuensi yang dikurangi atau memilih tempat yang lebih terjangkau.
“Misalnya tetap nongkrong, walaupun enggak tiap malam, mungkin seminggu sekali,” ujarnya.
Tekanan Lebih Terasa di Kota Besar
Semiarto menilai tekanan untuk terlihat mapan lebih kuat dirasakan di kota besar seperti Jakarta, di mana ruang konsumsi seperti mal, kafe, dan co-working space menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Namun demikian, pengaruh gaya hidup tersebut kini juga menyebar ke daerah melalui media sosial dan internet, sehingga mendorong masyarakat untuk mengikuti standar yang sama.
“Join the Club” Jadi Dorongan Utama
Ia menegaskan, dorongan untuk menjadi bagian dari kelompok tertentu membuat masyarakat berusaha mempertahankan simbol konsumsi agar tidak merasa tertinggal.
“Kita ingin menjadi seperti orang lain yang kita pandang lebih bagus. Kita ingin join the club,” katanya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa konsumsi tidak lagi sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas sosial yang membentuk cara seseorang dipandang di lingkungan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Psikolog Efnie Indrianie menjelaskan empat perubahan yang bisa menjadi tanda masalah kesehatan mental dan kapan seseorang perlu mencari bantuan.
Emil Audero mendapat apresiasi pelatih Rayo Vallecano setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti.
Pemkab Sleman berencana membahas formasi CASN pada awal 2027. Disdik mencatat kekurangan 287 guru SD dan SMP.
Memori HP penuh? Simak cara mengosongkan penyimpanan dengan mengarsipkan aplikasi Android dan mengatur unduhan otomatis WhatsApp.
Bali United menang 6-1 atas Persijap Jepara dan naik ke peringkat ketiga Super League 2026/2027. Persijap kini menelan empat kekalahan beruntun
Pembangunan gapura TPR Pantai Baru di Bantul masih berlangsung. Pelayanan retribusi dipindah ke timur dan empat akses pantai difungsikan.