Hanya Desil 1-4 yang Bisa Terima Bansos Agustus 2026, Cek Datanya
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Foto ilustrasi obat. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri untuk keluhan ringan ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan ginjal. Penggunaan tanpa pengawasan, terutama dalam jangka panjang, dapat memicu gangguan hingga cedera ginjal akut.
Fenomena ini menjadi perhatian karena banyak orang mengonsumsi obat bebas setiap kali mengalami sakit kepala atau nyeri ringan, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap organ vital.
Ahli nefrologi dari Rumah Sakit Spesialis Sahadri, Deccan, Dr Manan Doshi menjelaskan bahwa kelompok Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID) seperti diclofenac, ibuprofen, dan naproxen menjadi penyebab utama kerusakan ginjal akibat konsumsi berlebih.
“Penyebab utama kerusakan ginjal akibat obat adalah kelompok Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID), dengan diclofenac, ibuprofen, dan naproxen sebagai yang paling sering dikonsumsi,” ujar Dr Manan.
Risiko Tersembunyi pada Ginjal
Obat pereda nyeri bekerja dengan menghambat prostaglandin, yaitu zat kimia yang berfungsi menjaga aliran darah ke ginjal tetap optimal.
Ketika proses ini terganggu, aliran darah ke ginjal dapat menurun drastis dan memicu Cedera Ginjal Akut (Acute Kidney Injury), bahkan dalam waktu singkat.
Kondisi ini berbahaya karena sering tidak disadari, sementara efek jangka pendek berupa rasa lega justru menutupi potensi kerusakan organ.
Kombinasi Obat Tingkatkan Risiko
Dr Manan juga mengingatkan adanya kondisi yang dikenal sebagai “triple whammy”, yakni saat obat pereda nyeri dikonsumsi bersamaan dengan diuretik dan obat tekanan darah.
Contohnya diuretik seperti lasix atau dytor, serta obat hipertensi seperti telmisartan, enalapril, atau ramipril.
Kombinasi ini dapat secara signifikan menurunkan aliran darah ke ginjal dan meningkatkan risiko kerusakan serius dalam waktu cepat.
Risiko semakin tinggi pada individu dengan penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan ginjal tahap awal.
Imbauan Penggunaan yang Aman
Untuk mengurangi risiko, penggunaan obat pereda nyeri sebaiknya mengikuti prinsip dosis efektif terendah dan dalam waktu sesingkat mungkin.
Bagi penderita penyakit kronis, penggunaan NSAID tanpa pengawasan dokter sangat tidak disarankan.
“Nyeri yang berlangsung lebih dari 3–5 hari sebaiknya diperiksakan ke dokter, bukan diatasi dengan menambah dosis obat,” ujar Dr Manan.
Kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat secara bijak menjadi kunci untuk mencegah gangguan kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Lionel Messi kembali ke Inter Miami usai sang ayah wafat, namun The Herons kalah dramatis 2-3 dari Leon di Leagues Cup 2026 dan tersingkir.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te