Prabowo Bahas Kerja Sama PLTN dengan Rosatom Rusia
Presiden Prabowo menerima petinggi Rosatom Rusia untuk membahas kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia.
Imunisasi anak balita. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Imunisasi anak mudik Lebaran sebaiknya dilakukan minimal 14 hari sebelum keberangkatan agar perlindungan terbentuk optimal selama perjalanan dan libur panjang. Orang tua diminta memastikan jadwal vaksin tidak terlalu mepet demi menjaga daya tahan tubuh anak.
Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A (K), dokter spesialis anak subspesialis respirologi, menjelaskan vaksin membutuhkan waktu untuk membangun kekebalan tubuh secara efektif.
“Perlindungan selama perjalanan memerlukan waktu cukup agar vaksin menimbulkan kekebalan. Sebagian besar vaksin butuh 14 hari atau dua pekan untuk itu,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, imunisasi anak mudik Lebaran yang dilakukan terlalu dekat dengan hari keberangkatan justru berisiko menimbulkan ketidaknyamanan. Efek samping seperti demam atau nyeri di lokasi suntikan kerap muncul setelah vaksinasi.
“Jangan vaksin hari ini lalu besok langsung berangkat, karena bukan kenyamanan yang didapat, melainkan kemungkinan demam, nyeri suntikan, dan kekebalan belum terbentuk akibat waktu kurang,” jelas Dokter Nastiti. Ia juga mengingatkan orang tua menyiapkan obat penurun demam sebagai langkah antisipasi selama perjalanan imunisasi anak mudik Lebaran.
Imunisasi anak mudik Lebaran dinilai krusial untuk meningkatkan ketahanan terhadap influenza, infeksi saluran pernapasan akibat pneumococcus, campak, hingga Covid-19. Selain itu, vaksin hepatitis A dan B direkomendasikan bagi anak yang belum mendapatkannya.
Ia menambahkan, idealnya setiap anak telah memiliki imunisasi dasar lengkap sesuai pedoman Kementerian Kesehatan, meliputi hepatitis B, BCG, polio, difteri-tetanus, campak, dan rubella. “Ikuti program pemerintah, seharusnya semua sudah terpenuhi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya imunisasi anak mudik Lebaran agar perjalanan dan momen berkumpul bersama keluarga tetap berlangsung aman dan nyaman dengan perlindungan kesehatan yang memadai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo menerima petinggi Rosatom Rusia untuk membahas kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.