Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Imunisasi anak balita. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Imunisasi anak mudik Lebaran sebaiknya dilakukan minimal 14 hari sebelum keberangkatan agar perlindungan terbentuk optimal selama perjalanan dan libur panjang. Orang tua diminta memastikan jadwal vaksin tidak terlalu mepet demi menjaga daya tahan tubuh anak.
Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A (K), dokter spesialis anak subspesialis respirologi, menjelaskan vaksin membutuhkan waktu untuk membangun kekebalan tubuh secara efektif.
“Perlindungan selama perjalanan memerlukan waktu cukup agar vaksin menimbulkan kekebalan. Sebagian besar vaksin butuh 14 hari atau dua pekan untuk itu,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, imunisasi anak mudik Lebaran yang dilakukan terlalu dekat dengan hari keberangkatan justru berisiko menimbulkan ketidaknyamanan. Efek samping seperti demam atau nyeri di lokasi suntikan kerap muncul setelah vaksinasi.
“Jangan vaksin hari ini lalu besok langsung berangkat, karena bukan kenyamanan yang didapat, melainkan kemungkinan demam, nyeri suntikan, dan kekebalan belum terbentuk akibat waktu kurang,” jelas Dokter Nastiti. Ia juga mengingatkan orang tua menyiapkan obat penurun demam sebagai langkah antisipasi selama perjalanan imunisasi anak mudik Lebaran.
Imunisasi anak mudik Lebaran dinilai krusial untuk meningkatkan ketahanan terhadap influenza, infeksi saluran pernapasan akibat pneumococcus, campak, hingga Covid-19. Selain itu, vaksin hepatitis A dan B direkomendasikan bagi anak yang belum mendapatkannya.
Ia menambahkan, idealnya setiap anak telah memiliki imunisasi dasar lengkap sesuai pedoman Kementerian Kesehatan, meliputi hepatitis B, BCG, polio, difteri-tetanus, campak, dan rubella. “Ikuti program pemerintah, seharusnya semua sudah terpenuhi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya imunisasi anak mudik Lebaran agar perjalanan dan momen berkumpul bersama keluarga tetap berlangsung aman dan nyaman dengan perlindungan kesehatan yang memadai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.