Workshop Emas Ilegal di Jakut Dibongkar, Diduga Dikirim ke Hong Kong
Bareskrim Polri mengungkap workshop pengolahan emas ilegal di perumahan Jakarta Utara yang hasilnya diduga diselundupkan ke Hong Kong.
Foto ilustrasi nasi putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Cara menyimpan nasi yang salah dapat menimbulkan risiko kesehatan meski makanan terlihat masih layak konsumsi. Hal ini diingatkan pakar kesehatan yang menekankan pentingnya pengaturan waktu dan suhu penyimpanan nasi matang agar aman dikonsumsi.
Peringatan tersebut disampaikan dokter spesialis anestesiologi dan pengobatan nyeri intervensional berbasis di Maryland, dr. Kunal Sood, yang menyoroti potensi kontaminasi bakteri pada nasi yang tidak disimpan dengan benar setelah dimasak. Menurutnya, kebiasaan membiarkan nasi pada suhu ruangan terlalu lama menjadi salah satu penyebab utama risiko keracunan makanan.
“Jika nasi yang sudah dimasak dibiarkan pada suhu ruangan, spora dapat berkecambah, dan bakteri tersebut menghasilkan racun langsung di dalam makanan,” kata Sood, yang dikutip melalui laman Hindustan Times, Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa banyak orang beranggapan memasak dan memanaskan kembali nasi sudah cukup untuk membuatnya aman. Namun nasi sering mengandung spora Bacillus cereus yang mampu bertahan dalam suhu panas, berbeda dengan sebagian besar bakteri lain.
Pemanasan ulang memang dapat membunuh bakteri, tetapi racun yang telah terbentuk kemungkinan tetap ada. Akibatnya, nasi tetap berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan meskipun tampak normal dan tidak berbau.
Gejala keracunan makanan akibat bakteri tersebut umumnya muncul cepat, sekitar 30 menit hingga enam jam setelah konsumsi, dengan keluhan paling umum berupa mual dan muntah.
Sood menyebut beberapa kondisi yang meningkatkan risiko kontaminasi bakteri pada nasi matang, antara lain proses pendinginan yang terlalu lambat atau terlambat dimasukkan ke lemari es, nasi berada di luar pendingin lebih dari dua jam, penyimpanan berhari-hari, serta kebiasaan memanaskan ulang berulang kali.
Di sisi lain, nasi yang disimpan dalam lemari es dapat mengalami perubahan pati menjadi pati resisten yang termasuk jenis serat. Proses pemanasan ulang juga dapat membantu menurunkan kandungan kalori serta menjaga kadar gula darah tetap stabil. “Pencegahan itu semua tentang waktu dan suhu,” ujar Dr. Sood.
Ia menekankan bahwa mengikuti langkah penyimpanan yang benar dapat menurunkan risiko nasi menjadi berbahaya bagi kesehatan. Waktu paling aman untuk mengonsumsi nasi matang adalah dalam rentang 24 hingga 48 jam setelah dimasak, dengan pemanasan ulang hanya sekali hingga benar-benar panas dan beruap.
Selain itu, nasi sebaiknya segera didinginkan setelah dimasak dengan memindahkannya ke wadah lain, lalu disimpan di lemari es sekitar satu jam pada suhu 4 derajat Celsius untuk menjaga keamanan pangan serta kualitas nutrisi tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bareskrim Polri mengungkap workshop pengolahan emas ilegal di perumahan Jakarta Utara yang hasilnya diduga diselundupkan ke Hong Kong.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.