Blackout Karimun Belum Pulih, Warga Sewa Hotel demi Bekerja
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Maraknya klaim perawatan kulit di iklan dan media sosial mendorong sebagian konsumen mencoba penggunaan produk di luar peruntukannya. Salah satu tren yang belakangan ramai diperbincangkan adalah penggunaan sampo hingga ke area wajah.
Menanggapi fenomena tersebut, dokter umum dr. Kevin Mak menegaskan bahwa sampo dan pembersih wajah memiliki fungsi yang berbeda. Perbedaan ini berkaitan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing area kulit.
Menurutnya, sampo diformulasikan khusus untuk membersihkan kulit kepala yang cenderung lebih berminyak. Sementara itu, kulit wajah memiliki struktur yang lebih sensitif dan membutuhkan produk dengan formula yang lebih lembut.
Jika sampo digunakan pada wajah, dr. Kevin mengingatkan lapisan pelindung kulit atau skin barrier dapat terganggu. Kondisi ini justru berpotensi memicu masalah kulit baru.
“Kalau skin barrier terganggu, biasanya bukan menyelesaikan masalah, malah menimbulkan masalah. Salah satu dampak yang bisa muncul adalah timbulnya milia,” ujarnya dalam acara screening Head & Shoulders Scalpvengers di Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, milia merupakan benjolan kecil yang muncul akibat tersumbatnya kelenjar minyak atau kelenjar keringat oleh kotoran. Penyumbatan tersebut dapat dipicu oleh penggunaan produk yang tidak sesuai dengan fungsi kulit wajah.
Tidak Dianjurkan Secara Medis
Dr. Kevin menegaskan penggunaan sampo sebaiknya hanya terbatas pada kulit kepala. Pemakaian pada area wajah, terlebih jika dilakukan secara rutin, tidak dianjurkan dari sisi medis.
Ia juga menanggapi klaim yang menyebut sampo bisa dimanfaatkan untuk mengatasi milia. Menurutnya, secara umum sampo memang tidak dirancang untuk perawatan kulit wajah.
“Secara medis, sampo tidak ditujukan untuk area wajah. Namun, memang ada kondisi tertentu di perbatasan antara rambut dan wajah yang sering disalahartikan sebagai milia,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kemunculan milia di sekitar garis rambut biasanya berkaitan dengan peralihan karakter antara kulit kepala dan kulit wajah.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menggunakan sampo pada seluruh area wajah.
Dr. Kevin mengimbau masyarakat agar lebih kritis terhadap berbagai klaim perawatan kulit yang beredar di media sosial. Memahami fungsi setiap produk dan menggunakannya sesuai peruntukan dinilai menjadi langkah paling aman untuk menjaga kesehatan kulit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Menaker Yassierli memastikan pemerintah mengawal isu PHK buruh garmen di Jawa Tengah melalui verifikasi, mediasi, dan perlindungan hak pekerja.
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Tiket konser perdana YE di Jakarta mulai dijual 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Harga tiket mulai Rp1,875 juta melalui kanal resmi.