Ledakan Gas di Duri Kepa Rusak 10 Rumah, 12 Orang Terluka
Puslabfor menyelidiki ledakan di Duri Kepa, Jakarta Barat, yang menyebabkan 12 orang terluka dan 10 rumah mengalami kerusakan.
Susu formula. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan memberikan susu sebagai pengganti makan utama dinilai berisiko mengganggu keseimbangan gizi anak. Ahli gizi menegaskan, susu seharusnya menjadi pelengkap pola makan, bukan menggantikan asupan makanan pokok yang dibutuhkan tubuh anak untuk tumbuh optimal.
Ahli gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia (Indonesian Sports Nutritionist Association/ISNA), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, mengingatkan bahwa susu tidak boleh diposisikan sebagai pengganti makanan utama anak.
Rita menjelaskan susu dapat dikonsumsi sebagai bagian dari makan lengkap, terutama pada pagi hari, atau dijadikan makanan selingan. Namun, perannya tetap sebagai pelengkap, bukan pengganti.
“Kalaupun anak suka susu, orang tua tetap harus mengondisikan bahwa anak harus makan lengkap ketika waktu makan utama, misalnya saat makan siang. Jangan sampai susu diposisikan menggantikan makan lengkap, tidak demikian,” ujar Rita, seperti dikutip dari Antara.
Rita menerangkan susu hanya melengkapi makanan utama karena berfungsi sebagai sumber protein dan kalsium. Jika seluruh kebutuhan makan anak digantikan dengan susu, justru berisiko memicu kekurangan gizi, terutama karbohidrat kompleks.
“Tidak ada seratnya dan juga keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrien tidak akan tercipta jika anak hanya mengonsumsi makanan cair. Proses pencernaan di dalam tubuh juga tidak ideal bila hanya menerima makanan cair,” tuturnya.
Dosen Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan itu menekankan bahwa masa kanak-kanak merupakan periode penting pembentukan kebiasaan makan. Pada fase ini, anak belajar mengenali pola makan yang sehat dan seimbang.
Karena itu, peran orang tua sangat menentukan dalam mengajarkan serta melatih anak membangun kebiasaan makan yang benar sejak dini.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama. Pendekatan yang bisa dilakukan antara lain menyepakati menu bersama anak dan memodifikasi hidangan agar sesuai selera sekaligus tetap bernilai gizi.
“Berikanlah makan utama terlebih dahulu. Ketika waktu selingan, jika ada zat gizi yang masih kurang, misalnya kalsium atau protein, maka susu dapat diberikan sebagai pelengkap bersama makanan lain, seperti buah,” jelas ahli gizi lulusan Universitas Indonesia tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Puslabfor menyelidiki ledakan di Duri Kepa, Jakarta Barat, yang menyebabkan 12 orang terluka dan 10 rumah mengalami kerusakan.
Kejagung mengungkap enam perusahaan yang dikendalikan Arif Kurniawan dalam kasus dugaan korupsi tambang nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013–2025.
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan alat cetak KTP elektronik bermasalah di Lendah, Galur, dan Panjatan. Warga mengeluhkan hasil cetak bergaris.
Dinkes Sleman mengimbau warga menerapkan PHBS dan mengenali gejala ISPA di tengah perubahan cuaca, terutama pada kelompok rentan.
Yusril mempersilakan Komnas HAM menyelidiki bentrokan di Pidie, Aceh, yang mengakibatkan satu warga meninggal dan 13 orang luka-luka.
MilkLife Kickers meraih dua kemenangan pada hari kedua Singa Cup 2026 setelah mengalahkan BMW 8-0 dan Fremantle City FC 5-1.