Jangan Ikut Terbawa, Ini Cara Menjaga Mental dari Orang Pesimistis
Kebiasaan menghadapi orang pesimistis bisa menguras emosi. Simak lima cara menjaga batasan dan suasana hati menurut psikolog.
Russell Brand / Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Aktor dan komedian Inggris Russell Brand menghadapi ancaman hukuman penjara setelah dinyatakan bersalah atas satu dakwaan pemerkosaan dan tiga dakwaan kekerasan seksual. Putusan tersebut dijatuhkan majelis juri Pengadilan Southwark Crown, London, pada Kamis (5/11/2026), setelah persidangan berlangsung selama empat pekan.
Brand tidak hanya dinyatakan bersalah atas empat dakwaan tersebut. Majelis juri juga membebaskannya dari dua dakwaan pemerkosaan lainnya dan satu tuduhan percobaan penyerangan tidak senonoh. Proses musyawarah juri berlangsung selama delapan setengah jam.
Dikutip dari BBC, hakim Mr Justice Bennathan menyampaikan bahwa Brand harus bersiap menghadapi hukuman kurungan yang signifikan. Mantan presenter televisi tersebut akan menjalani pembacaan vonis pada Senin (9/11/2026) di pengadilan yang sama.
Setelah putusan bersalah dibacakan, Brand langsung dibawa ke tahanan. Permohonan agar dirinya mendapatkan penangguhan penahanan hingga pembacaan vonis ditolak oleh hakim.
Tim kuasa hukum sempat meminta agar Brand diizinkan keluar sementara dari tahanan. Permohonan itu diajukan dengan alasan ia ingin menjelaskan situasi yang dihadapinya kepada anak-anaknya.
Namun, hakim mempertimbangkan kemampuan finansial dan sumber daya yang dimiliki Brand. Menurut hakim, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa terdakwa berpotensi tidak kembali ke pengadilan untuk menjalani hukuman.
Hakim Bennathan menyatakan memahami kesulitan yang mungkin dialami anak-anak Brand. Meski demikian, ia menilai terdapat alasan kuat untuk mempertahankan penahanan hingga proses pembacaan vonis selesai.
Di luar perkara yang telah diputus, Brand juga menghadapi penyelidikan atas laporan pemerkosaan baru dari dua perempuan. Kepolisian Metropolitan London menyatakan penyelidikan tersebut masih berlangsung. Brand sebelumnya telah dimintai keterangan oleh petugas terkait laporan tambahan itu.
Perkara yang menjerat Brand melibatkan enam perempuan dengan rangkaian dugaan peristiwa sepanjang 1999 hingga 2009. Persidangan di Southwark Crown Court mengungkap bagaimana para perempuan tersebut mengaku mengalami tindakan seksual tanpa persetujuan ketika Brand sedang membangun karier di industri hiburan.
Dari tujuh dakwaan yang diajukan, empat di antaranya berujung pada putusan bersalah. Salah satunya adalah pemerkosaan terhadap seorang penggemar yang ditemui Brand setelah pertunjukan komedi tunggal di Hammersmith Apollo pada 2009.
Brand juga dinyatakan bersalah melakukan kekerasan seksual terhadap seorang pekerja MTV dalam sebuah pesta di bar kawasan Soho pada 2004. Namun, juri membebaskannya dari dakwaan pemerkosaan terhadap perempuan yang sama di toilet bar tersebut.
Dakwaan bersalah berikutnya berkaitan dengan seorang pekerja Choice FM. Peristiwa itu terjadi di koridor gedung Capital Radio pada 2004 atau 2005, ketika Brand dinyatakan melakukan tindakan mencium dan meraba korban.
Satu dakwaan lainnya berkaitan dengan pekerja Channel 4 pada 2009. Dalam perkara ini, juri menyatakan Brand bersalah melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan tersebut ketika ia diminta memberikan pijatan kepadanya.
Sementara itu, dua dakwaan pemerkosaan dan satu percobaan penyerangan tidak senonoh tidak terbukti menurut putusan juri. Salah satu dakwaan pemerkosaan berkaitan dengan perempuan yang ditemui Brand di sebuah pertunjukan kabaret di sela-sela konferensi Partai Buruh di Bournemouth pada 1999.
Adapun tuduhan percobaan penyerangan tidak senonoh berhubungan dengan dugaan tindakan Brand menarik seorang pekerja MTV menuju toilet pada 2001. Majelis juri menyatakan Brand tidak bersalah atas dakwaan tersebut.
Dalam persidangan, Brand membantah melakukan tindak pidana dan menyatakan hubungan seksual yang pernah dijalaninya berlangsung atas dasar suka sama suka. Ia juga pernah mengklaim menjadi korban konspirasi media yang berupaya menggambarkan dirinya sebagai predator seksual.
Namun, jaksa menghadirkan keterangan para korban dan saksi untuk menjelaskan pola perilaku Brand selama periode tersebut. Penuntut umum turut menggunakan tulisan Brand dalam buku yang diterbitkan pada 2007 serta kesaksian seorang rekannya mengenai ambisi Brand untuk berhubungan seksual dengan ribuan perempuan.
David Roberts, jaksa senior dari Unit Pemerkosaan dan Kekerasan Seksual Berat London, menyebut Brand sebagai sosok yang memanipulasi perempuan dengan memanfaatkan ketenaran dan pengaruhnya.
“Seiring kariernya yang menanjak, ia memanfaatkan setiap kesempatan untuk memanipulasi dan melecehkan wanita di sekitarnya. Meski taktiknya bervariasi, inti dari setiap penyerangan adalah penyalahgunaan kekuasaan dan keserakahan seksual, disertai pengabaian total terhadap dampak tindakannya,” ujar Roberts, dikutip dari BBC, Jumat (6/11/2026).
Roberts juga menyampaikan apresiasi kepada para perempuan yang berani melaporkan peristiwa yang mereka alami. Menurutnya, kesaksian dan keberanian para korban berperan penting dalam membawa perkara tersebut ke pengadilan.
Putusan bersalah tersebut turut mengejutkan keluarga Brand. Ayahnya, Ron Brand, mengaku tidak menyangka putusan itu akan dijatuhkan.
“Saya benar-benar tidak menyangka ini akan terjadi—ini keliru... ini sangat menghancurkan hati,” kata Ron Brand kepada BBC.
Dalam persidangan, Russell Brand mengakui pernah memiliki obsesi terhadap seks dan menjalani kehidupan seksual yang sangat bebas. Ia juga mengakui ketenarannya pernah dimanfaatkan untuk mempermudah akses terhadap perempuan.
Meski demikian, Brand tetap bersikeras bahwa hubungan seksual yang dilakukannya berlangsung atas dasar persetujuan. Kuasa hukumnya juga menyatakan bahwa meskipun Brand memiliki banyak pasangan seksual, hal tersebut tidak berarti ia melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Kasus ini pertama kali mencuat ke publik pada September 2023 melalui investigasi bersama The Times, The Sunday Times, dan program Dispatches yang ditayangkan Channel 4. Sejumlah perempuan kemudian menyampaikan laporan kepada kepolisian, yang selanjutnya melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana seksual tersebut.
Sebelum terseret perkara ini, Brand dikenal sebagai komedian tunggal, presenter televisi dan radio, serta aktor yang membintangi sejumlah film Hollywood. Ia juga pernah menjadi pengisi suara dalam film animasi Despicable Me. Dalam beberapa tahun terakhir, Brand lebih banyak dikenal melalui aktivitasnya sebagai komentator di media sosial.
Dengan penahanan yang masih berlangsung dan jadwal pembacaan vonis pada 9 November, perhatian kini tertuju pada hukuman yang akan dijatuhkan pengadilan. Sementara itu, penyelidikan atas laporan baru dari dua perempuan masih berjalan dan berpotensi menjadi perkembangan lanjutan dalam perkara yang menjeratnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebiasaan menghadapi orang pesimistis bisa menguras emosi. Simak lima cara menjaga batasan dan suasana hati menurut psikolog.
UGM menjadi kampus terbaik Indonesia versi QS Asia 2027. Simak daftar 20 universitas Indonesia dengan peringkat tertinggi di Asia.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengoptimalkan peran kader Posyandu hingga tingkat desa untuk mempercepat proses registrasi Perlindungan Sosial (Perlinsos
Audi menyiapkan investasi hingga US$7 miliar untuk pabrik di Georgia, AS. Proyek ini berpotensi menyerap 7.500 pekerja.
Simak jadwal comeback K-Pop November 2026. TXT, ATEEZ, ENHYPEN, dan Stray Kids masuk daftar rilisan yang dinantikan penggemar.
Pemerintah berencana membuka seleksi CPNS 2026 pada November. Simak alasan rekrutmen dan arahan Prasetyo Hadi kepada calon pelamar.