Googlebook Resmi Meluncur, Era Chromebook Mulai Bergeser
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Child grooming kerap dilakukan secara halus melalui perhatian dan kedekatan emosional. Kasus yang diungkap artis Aurelie Moeremans menjadi pengingat pentingnya peran orang tua dalam deteksi dini.
Melalui buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, Aurelie Moeremans mengungkap kisahnya sebagai korban. Isu ini sering kali terselubung karena pelaku menggunakan manipulasi emosional yang sangat halus.
Lantas, apa sebenarnya child grooming, bagaimana tahapan modusnya, dan apa saja tanda-tanda yang harus diwaspadai orang tua? Berikut adalah panduan mendalam berdasarkan data dari Siloam Hospitals dan BCP Council UK, Senin (12/1/2026).
Pengertian Child Grooming
Child grooming adalah tindakan sengaja di mana seorang dewasa membangun hubungan emosional, kepercayaan, dan kendali atas seorang anak atau remaja untuk tujuan eksploitasi. Eksploitasi ini bisa berupa pelecehan seksual, fisik, hingga radikalisasi atau perdagangan manusia.
Modus dan Tahapan Grooming
Pelaku grooming tidak selalu orang asing; mereka bisa saja anggota keluarga, mentor, atau sosok berwibawa. Umumnya, pelaku melewati tahapan berikut:
Tanda-Tanda Anak Menjadi Korban
Mendeteksi grooming sangat menantang karena pelaku sering kali terlihat "sangat baik" di mata keluarga. Namun, waspadai perubahan perilaku berikut pada anak:
Dampak Jangka Panjang bagi Penyintas
Seperti yang digambarkan dalam buku Aurelie, luka batin akibat grooming bisa bertahan seumur hidup. Dampaknya meliputi:
Langkah Proteksi: Apa yang Harus Dilakukan?
Orang tua adalah benteng utama dalam mencegah eksploitasi ini. Langkah yang dapat diambil antara lain:
Memahami child grooming adalah langkah pertama untuk memutus rantai pelecehan yang sering kali bersembunyi di balik topeng perhatian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wajah bengkak dan sembap bisa jadi tanda stres kronis. Simak penjelasan dokter dan dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.