ATSI: Penerapan MNP di Indonesia Bisa Butuh Waktu 34 Tahun
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
Sejumlah aktor film layar lebar Agak Laen Oki Rengga (ketiga kanan), Indra Jegel (keempat kanan) dan Bene Dion (ketiga kiri) menggelar aksi sosial dengan tema Menyala kembali Sumatraku mari berdonasi demi meredakan duka pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu,(14/12/2025). ANTARA FOTO/Fah/Reno Esnir/rwa. (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)
Harianjogja.com, JAKARTA—Film komedi Agak Laen: Menyala Pantiku! berhasil melampaui capaian penonton film pertamanya, Agak Laen, dalam waktu kurang dari satu bulan penayangan. Hingga pukul 13.00 WIB, Kamis, film kedua garapan grup siniar Agak Laen itu tercatat meraih lebih dari 9.150.000 penonton.
Penulis sekaligus sutradara Muhadkly Acho mengaku tak menyangka film keduanya mampu menembus dan melampaui pencapaian lebih dari 9 juta penonton yang sebelumnya diraih film pertama.
“Selama ini saya selalu bilang kalau mustahil bisa 9 juta lagi, ternyata saya salah. Kalkulator saya beda sama kalkulator Tuhan. Mustahil buat saya, ternyata hal kecil buat Tuhan. Bahkan kini bisa melewati film pertamanya,” ujar Acho melalui siaran pers di Jakarta, Kamis.
Dengan capaian tersebut, Agak Laen: Menyala Pantiku! kini menempati peringkat tiga besar Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa. Sementara film pertamanya, Agak Laen, bergeser satu tingkat di bawahnya sebagai Film Indonesia Terlaris keempat sepanjang masa.
Acho pun menyampaikan apresiasi kepada para penonton yang telah mendukung perjalanan film tersebut sejak awal penayangan.
“Terima kasih untuk teman-teman penonton yang sudah menemani perjalanan film Agak Laen: Menyala Pantiku!” katanya.
Produser Ernest Prakasa turut menyampaikan rasa haru atas antusiasme penonton Indonesia yang masih tinggi hingga menjelang akhir tahun.
“Terharu sekali melihat antusiasme penonton Indonesia yang sudah ikut meramaikan film Agak Laen: Menyala Pantiku! Terima kasih teman-teman penonton. Nyala api untuk film ini masih sangat membara. Buat yang belum, gaskan! Mumpung liburan,” ujar Ernest.
Sebelumnya, para personel kwartet Agak Laen—Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga—sempat melempar pertanyaan kepada warganet terkait nazar yang akan mereka lakukan jika jumlah penonton film kedua ini melewati film pertama.
“Kalau melewati film pertama, kami ngapain? Pertanyaan itu sempat kami lempar ke netizen. Sekarang kami lagi baca usulan dari netizen dan nanti akan kami umumkan apa yang akan dilakukan,” kata Indra Jegel.
Saat ini, kwartet Agak Laen juga tengah merencanakan agenda ‘parade gentayangan’ ke tiga kota dengan jumlah penonton terbanyak Agak Laen: Menyala Pantiku! pada periode 17–31 Desember 2025. Agenda tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan hingga penghujung tahun.
Hingga 24 Desember 2025, tiga kota dengan jumlah penonton terbanyak film ini adalah Tangerang, Bekasi, dan Medan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.