Sejarah Baru DIY, 6 Atlet Anggar Jalani Seleknas Akhir Timnas
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Konser amal Jogja Hanyengkuyung Sumatra
Harianjogja.com, SLEMAN–Komunitas kreatif dan para musikus Jogja menginisiasi konser amal Jogja Hanyengkuyung Sumatra dengan mendonasikan seluruh hasil penjualan tiket untuk membantu korban bencana di Sumatra.
Koordinator Program Acara, Donny Saputro, memaparkan konser amal akan berlangsung di selasar timur Stadion Maguwoharjo pada Selasa (23/12/2025) mulai pukul 15.00 WIB sampai 23.00 WIB.
Ada belasan band yang akan tampil, seperti Letto, Jikustik, Jumat Gombrong, Jahanam, Korekayu, Tembang Gula, Wawes, Ngatmo Mbilung, Kunto Aji, Rebellion Rose, YKHC, Shaggydog dan Hasan Aftershine.
“Seruan untuk semuanya, mari pakai dresscode putih agar semuanya bisa terkoneksi dengan saudara-saudara yang ada di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang terkena bencana,” ungkapnya dalam jumpa pers, Senin (22/12/2025).
Jogja Hanyengkuyung Sumatra juga akan dikonsep menjadi konser yang tak hanya menyuguhkan hingar bingar tetapi ada lantunan doa yang akan dipanjatkan seluruh penonton dan semua yang hadir di selasar timur Stadion Maguwoharjo.
Donny menyebut kegiatan ini awalnya dirancang secara sederhana sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Sumatra. Namun, ternyata banyak band yang bersedia terlibat.
“Ketika bertemu Surya Group, kegiatan ini mendapat dukungan penuh. Tidak terbayang sebelumnya akan menjadi sebesar ini. Jogja memang solid dalam urusan gerakan sosial. Pak Suryo juga sejak dulu dekat dengan anak-anak band dan senang mendukung kegiatan seperti ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga akan memberikan penghargaan kepada para donatur yang menyumbang di atas Rp 10 juta, ada banyak donatur, termasuk CEO Surya Group sebagai penyumbang donasi terbesar.
Ketua Hanyengkuyung Sumatra, Ganesha, mengatakan konser yang didukung HS ini menghimpun donasi melalui penjualan tiket dengan harga mulai Rp50.000 hingga nominal tak terbatas yang dapat dibeli secara on the spot maupun melalui platform Artatix.
“Kegiatan ini diinisiasi untuk merawat tradisi saling tolong yang telah mengakar di Jogja. Bukan hanya seniman dan musikus tetapi berbagai elemen masyarakat turut terlibat, seperti Masjid Jogokaryan dan Pekerja Event Jogja [PEJ],” ujarnya.
Penyaluran donasi akan dikelola Masjid Jogokaryan yang dinilai telah memiliki sistem pengelolaan yang profesional, termasuk keberadaan posko di lokasi bencana. Tim Jogja Hanyengkuyung Sumatra juga akan melaporkan distribusi donasi secara rinci melalui media sosial yang sampai 22 Desember sudah mengumpulkan sekitar Rp650 juta.
CEO Surya Group Muhammad Suryo mengucapkan terima kasih kepada para musikus Jogja dan panitia yang mengagas acara Hanyengkuyung Sumatra sehingga mampu menggerakkan setiap elemen masyarakat Jogja untuk terlibat dalam membantu saudara-saudara di Sumatra.
“Saya rasa ini bagian dari perwujudan persatuan Indonesia. Sebagai anak bangsa harus saling membantu di manapun dan apapun bentuknya. Acara ini semakin menunjukkan peran pentingnya HS sebagai bagian dari masyarakat merasa harus ikut terlibat dalam membantu sesama,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.