BI Siapkan Data QRIS untuk Penilaian Kredit UMKM
BI berencana memanfaatkan data transaksi QRIS sebagai acuan penilaian kredit UMKM. Pengguna QRIS mencapai 70,6 juta hingga kuartal III 2026.
Ilustrasi seseorang flu - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Dokter mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan benjolan di leher yang menetap karena dapat mengindikasikan limfoma atau kanker kelenjar getah bening.
Saat sakit flu, kelenjar getah bening yang salah satunya berada di leher dapat menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini terjadi karena kelenjar getah bening berperan sebagai bagian dari sistem imun yang bekerja melawan infeksi virus.
Namun, pembengkakan yang terjadi biasanya disertai rasa nyeri, hanya satu benjolan, dan akan mengecil serta hilang dengan sendirinya setelah infeksi membaik atau flu dinyatakan sembuh. Sedangkan, pada kondisi tertentu, benjolan tersebut bisa menjadi tanda limfoma, yaitu penyakit keganasan pada kelenjar getah bening.
Limfoma adalah jenis kanker darah yang terjadi Ketika sel darah putih (limfosit) tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor dalam sistem limfatik, yang mencakup kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, dan timus.
Tanda Umum
Benjolan akibat limfoma memiliki sifat progresif, yakni terus membesar dari waktu ke waktu.
Menurut dr. Ryan Ardian Saputra, seorang dokter penyakit dalam yang berpraktik di RS EMC Alam Sutra, benjolan tersebut umumnya tidak menimbulkan nyeri, tidak kunjung hilang, dan bisa muncul di beberapa lokasi sekaligus, seperti leher, ketiak, atau lipat paha. Bahkan, benjolan bisa terasa bergumpal dan berjumlah lebih dari satu.
“Sebetulnya limfoma itu kanker darah dengan manifestasi pada kelenjar getah bening. Jadi walaupun kelihatannya sebagai tumor padat, namun originnya berasal dari darah. Dia menyerang sel darah putih,” kata dokter dengan subspesialis hematologi, onkologi medik tersebut.
Secara epidemiologi, limfoma masuk ke dalam 10 besar kanker yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia, yang angka kejadiannya cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Cukup banyak kejadiannya, walaupun tidak sebanyak kanker payudara. Selain genetik, faktor penyebab utamanya adalah karena sering kali terpapar zat-zat karsinogenik,” ujar dokter yang juga berpraktik di RS Qadr tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BI berencana memanfaatkan data transaksi QRIS sebagai acuan penilaian kredit UMKM. Pengguna QRIS mencapai 70,6 juta hingga kuartal III 2026.
Cek jadwal KA Bandara YIA 27 Oktober 2026, layanan reguler dan Xpress, waktu keberangkatan, kedatangan, serta durasi perjalanan.
Jadwal KRL Solo-Jogja 27 Oktober 2026 tersedia dalam 12 keberangkatan dari Palur. Cek jam kereta di setiap stasiun menuju Jogja.
TPST Donokerto di Sleman diverifikasi tim juri nasional setelah masuk enam besar seleksi penghargaan Hari Habitat Dunia berkat pengelolaan sampahnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo 27 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Eatsambel memperluas distribusi ke 41 jaringan ritel modern di Jabodetabek dan menargetkan pertumbuhan bisnis 200% pada 2027.