Singapura Kalah 0-2, Gavin Lee Akui Indonesia Sangat Bagus
Gavin Lee mengakui Timnas Indonesia tampil bagus saat menang 2-0 atas Singapura. Ia menyoroti kurangnya kepercayaan diri timnya di babak pertama.
Foto ilustrasi chat menggunakan artificial inteligence atau AI. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Psikolog Klinis Nena Mawar Sari menyebut kebiasaan bergantung pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk curhat berisiko menimbulkan gangguan psikologis. Tanpa sentuhan empati manusia, pengguna dapat salah menafsirkan respons AI dan kehilangan keseimbangan emosional.
“Curhat dengan AI itu kan gambaran atau pantulan dari kode atau clue yang kita berikan. Tentu hasil atau feedback yang diberikan tidak ada unsur-unsur humanisnya,” kata Psikolog Klinis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar, Bali, kepada ANTARA melalui pesan suara, Jumat (24/10/2025).
Menurut Nena, umumnya seseorang yang sedang curhat membutuhkan tanggapan balik atau feedback yang konstan antara satu dengan yang lain. Namun, ketika curhat dilakukan kepada AI dengan respons yang diberikan tidak mengandung unsur humanis, berisiko menimbulkan salah interpretasi dan membuat pengguna kehilangan arah emosional.
“AI itu sifatnya memberikan pantulan dari apa yang kita butuhkan dan memvalidasi perasaan kita, takutnya ketika momen orang sedang depresi atau yang sedang impulsif itu dijadikan sebagai suatu acuan yang baku atau realistis, dikhawatirkan salah interpretasi, dan tidak ada sentuhan humanistiknya itu menyebabkan 'beberapa kejadian-kejadian yang tidak diinginkan',” ujar Nena.
Nena mengatakan tanda bahwa seseorang sudah terlalu bergantung secara emosional dengan AI, salah satunya tidak lagi mau melakukan relasi dengan manusia lainnya hingga menghabiskan banyak waktu dengan ponselnya.
“Sering mengecek handphone, hal yang sedetail-detailnya pun dia tanyakan pada AI, kemudian dia juga menutup diri dengan orang lain, jadi biasanya akan bersikap antisosial,” ucap Nena.
Lebih lanjut, Nena menyarankan ketika seseorang merasa kesepian atau tidak memiliki teman untuk curhat bisa mencari dukungan berkonsultasi langsung dengan konselor, tenaga kesehatan mental seperti psikolog, psikiater.
“Dan jika merasa tidak punya teman untuk curhat atau merasa tidak ada yang memahami yang dilakukan adalah lebih baik journaling atau mungkin bisa dengan orang-orang terdekat yang mungkin tidak perlu banyak, tapi cukup 1-2 orang yang dia bisa percaya,” tutur Nena.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gavin Lee mengakui Timnas Indonesia tampil bagus saat menang 2-0 atas Singapura. Ia menyoroti kurangnya kepercayaan diri timnya di babak pertama.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.